M. ITOC TOCHIJA

Nama Lengkap Dr. Ir. H.M. ITOC TOCHIJA, MM  
Nama tanpa gelar M. ITOC TOCHIJA  
Foto foto M. ITOC TOCHIJA Klik di foto untuk foto yang lebih besar

Data Calon Tetap Dewan Perwakilan Rakyat 2014
Provinsi / Dapil JAWA BARAT / 1
Jenis Kelamin L
Profil dari situs KPU pdf/31415-m-itoc-tochija.pdf
Partai Partai Persatuan Pembangunan
Urutan 1
Kabupaten / Kota tempat tinggal calon KOTA CIMAHI
Tanggal Lahir  

Data Social Media
Blog    
Facebook  
Twitter  
Wikipedia  
Artikel
No Judul URL EDIT  

 

 

Comments

http://www.rendy.ceo/archives/2006/10/05/pak-itoc-jangan-hanya-mikirkan-...

Saya pernah bertemu dengan Bapak Itoc Tochija, Walikota Cimahi ini dalam acara yang diselenggarakan oleh SBM ITB, 2 tahun lalu. Walikota ini Namanya mendadak mencuat setelah peristiwa Tragedi Leuwigajah yang terjadi 1 tahun lalu.

Pagi ini saya membaca koran Tribun Jabar, di halaman depan yang membahas mengenai Konservasi Bandung Utara Jadi Polemik. Suara Pak Itoc yang ditulis di harian ini, dan juga harian Pikiran Rakyat mewakili keinginan dari pejabat dari 3 daerah, Kabupaten Bandung, Kota Bandung, dan Cimahi. Yakni meminta agar Raperda yang mengatur penanganan Kawasan Bandung Utara (KBU) Tidak hanya berorientasi kepada persoalan lingkungan, tetapi juga harus menyentuh aspek ekonomi, sosial, dan teknologi.

Yak, usulan yang bagus Pak, tetapi jika Kita melihat permasalahan yang juga sempat dibahas oleh Bapak mengenai Tidak mengubah kondisi yang sudah ada begitu saja, nampaknya perlu ada sedikit gebrakan dari pihak Dinas Tata Kota untuk menata (ulang) kehidupan kotanya. Mungkin dulu Pemda telah membuat tindakan yang kurang tepat dengan mengizinkan pihak pengembang untuk mengembangkan Kawasan Bandung Utara menjadi perumahan dan kawasan elit. Tetapi jika kita lihat efek sampingnya sekarang, Air susah Pak!

Jika di kawasan Dago (daerah atas) tempat saya tinggal (ngekos), sebuah sumur bor milik Ibu Kos saya harus digali sedalam 90 meter, baru menemukan air, dan itupun yang keluar kecil, karena harus berebutan dengan tetangga. Kenalan saya yang tinggal di daerah KBU beberapa diantaranya mereka harus membeli air untuk mck karena air yang keluar dari tanah dianggap kurang layak.

Dilihat dari segi pendapatan daerah, kawasan yang jika dibuat perumahan elit ini harganya cukup mahal, dan jika dibuat tempat wisata seperti rumah makan kelas atas yang sekarang menjamur dikawasan itu, pajak yang datang tentunya amat menggiurkan. Jika saya adalah pejabat pemda, tentunya hal seperti ini harus semakin banyak saya buat, tetapi apakah pernah pejabat pemda memikirkan efek jangka panjangnya ? selain yang saya sebutkan tadi, kesulitan mendapatkan air, jika Bapak pagi hari berjalan kaki atau naik sepeda / motor kearah KBU, silakan hirup udara dalam dalam, saya yakin Bapak Bapak pejabat akan batuk, karena yang Bapak hisap adalah udara kotor bekas dari kendaraan bermotor yang pada pagi hari turun kepermukaan.

Kondisi yang ada, mungkin perlu diperbaiki, dan rencana untuk membangun di KBU, sebaiknya dikurangi atau dihentikan saja, sehingga tidak lagi merugikan lingkungan, atau membuat rencana tata kota baru yang ramah lingkungan, aspek kelangsungan hidup dimasa datang jangan lupa dimasukkan, biasanya hal ini tergantikan dengan jumlah rupiah yang besar.

Pertanyaan saya, bagaimana bisa kita membuat sebuah kehidupan sosial ekonomi yang berbasiskan teknologi jika lingkungan di KBU tidak dijaga kelestariannya, jika perlu, bongkarlah bangunan yang tidak memiliki izin RESMI, alias izin bodong (nyogok). Bukan maksud saya untuk mengajak rekan-rekan Pak Itoc untuk menjadi Pahlawan kesiangan, Pak, Pliss pikirkan kehidupan anak dan cucu Bapak nanti, Nggak lucu kan, kalau dikemudian hari saya telah memiliki anak dan cucu, main ke kota Bandung, yang dilihat hanyalah gedung bertingkat dan Factory Outlet yang ada dimana-mana… Kemana Bandung yang katanya Kota Bunga ? dan pemandangan gunung yang hijau?

PS: Bukan nyindir, Bukan ngejek, saya bukan orang lingkungan apalagi orang tata kota, saya juga bukan warga Cimahi. Hanya warga kota biasa yang sadar akan lingkungannya.

Links:
- http://www.rendy.ceo/archives/2006/10/05/pak-itoc-jangan-hanya-mikirkan-...

Add new comment