Arsip Berita

Error message

Notice: Undefined index: tanggal_string in arsip_berita_view->ShowDetailBerita() (line 53 of /usr/home/www/caleg.kabarkita.org/view/arsip-berita-view.php).

Home Arsip Berita

Judul Kehidupan Anak Tergantung 1.000 Hari Pertama
URL http://www.pikiran-rakyat.com/node/313989
Tanggal
Body JAKARTA, (PRLM).- Kesehatan dan kecukupan gizi anak sejak 1.000 hari pertamanya termasuk ketika dalam kandungan adalah sangat penting. Pasalnya hal itu akan menentukan kehidupan anak kemudian. Dengan memberi perhatian khusus pada periode 1.000 hari pertama kehidupan anak, diharapkan pertumbuhan anak dapat berjalan baik dan maksimal. Jika setiap ibu dapat melakukannya, maka dalam skala yang lebih luas, akan membantu dalam membentuk generasi muda yang cemerlang. Demikian terungkap dalam diskusi 1000 hari pertama kehidupan anak, di Jakarta, Rabu (28/1/2015) yang menampilkan pembicara Anung Sugihantono M Kes, Dirjen Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Departemen Kesehatan, dr Triya Rosmtiati, Medical Affair Manager PT Sari Husada, Prof Dr Endang LA Hadi MPH Guru Besar Tetap Gizi Universitas Indonesia, dan dr Leecarlo Milano Lumban Gaol SpBA, dari RS Columbia Asia. Istilah 1.000 hari pertama kehidupan mulai diperkenalkan pada 2010 sejak dicanangkannya gerakan scalling-up nutrition di tingkat global. Mengapa periode ini begitu penting? Ini lantaran pertumbuhan paling signifikan pada otak anak terjadi saat itu, dan kegagalan tumbuh pada periode “Jika gizi kurang, 1.000 hari pertama dapat mengakibatkan gangguan pertumbuhan fisik, gangguan metabolisme, serta memicu munculnya penyakit tidak menular, seperti obesitas, diabetes, hingga penyakit jantung. Oleh karena itu, peran ibu dalam masa ini sangatlah penting,” ungkap Leecarlo. Dikatakan, pemberian asupan gizi sejak masa kandungan hendaknya dilanjutkan dengan Golden Standard of Infant Feeding, sebuah rekomendasi dari WHO No. 55.25 tahun 2002 untuk makanan bayi dan anak. Tindakan ini dimulai dengan proses menyusui yang dilakukan secepatnya segera setelah bayi lahir–bayi ditengkurapkan di dada ibu sehingga kulit ibu melekat pada kulit bayi selama minimal satu jam segera setelah lahir. Setelah itu, dilanjutkan dengan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan kehidupannya, kemudian pemberian makanan pendamping ASI, dan melanjutkan proses menyusui sampai usia dua tahun atau lebih. Apa keuntungannya? Menurut Prof Dr Endang LA Hadi, jika Golden Standard of Infant Feeding itu terpenuhi, maka baik si anak maupun ibunya memiliki keuntungan. "Golden Standard of Infant Feeding dapat menurunkan mortalitas bayi dan anak, mengurangi angka kejadian dan beratnya penyakit infeksi, serta meningkatkan jumlah mikronutrien esensial, protein dan karbohidrat yang diperlukan tubuh," tuturnya. Sementara, bagi para ibu, hal ini dapat membantu mereka untuk mengembalikan tubuh dan rahim, seperti sebelum hamil, mengurangi stres reproduksi, hingga berfungsi sebagai KB alamiah. (Satrio Widianto/A-89)***