Arsip Berita

Error message

Notice: Undefined index: tanggal_string in arsip_berita_view->ShowDetailBerita() (line 53 of /usr/home/www/caleg.kabarkita.org/view/arsip-berita-view.php).

Home Arsip Berita

Judul Puluhan Pabrik Penggergajian Batu tak Berizin
URL http://www.pikiran-rakyat.com/node/313964
Tanggal
Body TATI PURNAWATI/"KC"PEKERJA pabrik pengolah batu sedang menggergaji batu di sebuah pabrik pengolah batu di Desa Cikeusik, Kecamatan Sukahaji. Seluruh pabrik pengolahan batu di Kabupaten Majalengka tidak berijin dan membuang limbah cairnya ke sungai dan lahan terbuka sehingga mencemari lingkungan.* MAJALENGKA, (PRLM).- Sebanyak 42 pabrik penggergajian batu di Kabupaten Majalengka dinyatakan tidak berizin, dan tidak ada satu pabrik pun yang memiliki instalasi pengolah limbah. Saat ini limbah pabrik dibuang begitu saja ke sungai atau lahan permukaan tanah hingga mencemari lingkungan. Pemerintah Kabupaten Majalengka sendiri tidak bersedia mengeluarkan izin penggergajian bagi seluruh pengusaha dengan alasan seluruh izin penambangan batu yang hasilnya disuplai ke seluruh pabrik penggergajian juga tidak yang memiliki izin. Menurut keterangan Keterangan Kepala Bidang Perijinan di Kantor Badan Pelayanan Modal dan Perizinan Terpadu Kabupaten Majalengka Agus Surahmat, Pemerintah Kabupaten Majalengka belum pernah mengeluarkan izin penggergajian apa bila pengusaha tidak menyertakan izin penambangan batu yang izinya diterbitkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat sesuai UU No 23 tahun 2014 . “Surat izin penambangan batu sendiri harus diterbitkan oleh Pemerintah Provinsi, itu sesuai UU No 23 tahun 2014 mengenai pelimpahan kewenangan penerbitan izin,” ujar Agus. Mengenai terbitnya UU tersebut, kata Agus, Pemerintah Kabupaten Majalengka sudah mengirimkan surat kepada Pemerintah Brovinsi Jawa Barat pada bulan Oktober lalu untuk meminta kejelasan penerbitan izin tambang, namun hingga kini surat yang disampaikan belum juga dibalas. Kepala Bidang Perindustrian di Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Majalengka Asep Iwan Haryawan menyatakan jumlah pabrik penggergajian batu di Kabupaten Majalengka sebanyak 42 pabrik, itu kebanyakan berada di Kecamatan Bantarujeg, Sindangwangi dan Kecamatan Sukahaji. Hanya berapa jumlah produksi batu alam dari seluruh pabrik tersebut tidak diketahui secara pasti, hanya batu alam tersebut dipasarkan kesejumlah daerah di Indonesia. Dia menyebutkan tidak diteritkannya izin penggergajian batu tersebut juga kibat semua pabrik tidak membangun instalasi limbah, sementara semua pabrik mengeluarkan limbah cair yang dalam air tersebut mengandung debu. “Selama ini limbah tersebut mengalir ke saluran terbuka dan cairannya kemudian mengeras karena limbah cair tersebut adalah debu batu, tah heran kalau terjadi pencemaran lingkungan yang cukup parah. Tanah bisa jadi mengeras, bila dialirkan ke sungai maka air sungai juga tidak bisa dimanfaatkan lagi,” ungkap Asep. Disampaikan Asep, endapan limbah berupa debu batu tersebut sebetulnya bisa dimanfaatkan manakala jumlahnya banyak, itu di antaranya untuk sebagai bahan campuran pembuat genteng yang selama ini menggunakan pasir. Namun karena jumlahnya sedikit penguaha genteng enggan memanfaatkannya. “Harusnya dibuat instalasi pengolah limbah komunal, karena bila seitiap pabrik membuat ipal memang biayanya cukup besar, makanya caranya pabrik harus disentralisasi di sebuah lingkungan agar ipal cukup satu atau dua untuk beberapa pabrik penggergajian, bila demikian maka limbah yang mengendap juga akan banyak dan bisa dimanfaatkan,” ucap Asep. Kepala Badan Pengelola Lingkungan Hidup Kabupaten Majalengka Ali Alimudin disertai Kepala Bidang Lingkungan Hidup Dadang Setiawan menyatakan, saat ini pihaknya sedang berupaya melakukan pembinaan terhadap seluruh pengusaha. Mereka juga membenarkan kalau semua pabrik pengolah batu belum tidak memiliki ipal, Badan Lingkungan Hidup itu sendiri tidak memilikin kewenangan untuk mengeluarkan tindakan apapun terhadap para pengusaha yang tidak memiliki izin ataupun memiliki ipal. Agus, Asep ataupun Ali sependapat kalau yang berwenang untuk menindak penambangan yang tidak berizin ataupun industri yang tidak memiliki izin adalah Satuan Polisi Pamong Praja. “Kalau sudah pada tindakan itu kan domainnya Sat Pol PP,” kata Agus. Sementara itu pabrik-pabrik penggergajian batu di Kabupaten Majalengka hampir seluruhnya membuang limbah cairnya ke sungai atau ke kebun. Para pengusaha pengolahan batu tersebut diduga sengaja membangun pabriknya di pinggir sungai untuk memudahkan pembuangan limbah. (Tati Purnawati/A-147)***