Arsip Berita

Error message

Notice: Undefined index: tanggal_string in arsip_berita_view->ShowDetailBerita() (line 53 of /usr/home/www/caleg.kabarkita.org/view/arsip-berita-view.php).

Home Arsip Berita

Judul Informasi Apel Impor Terkontaminasi Bakteri tak Diketahui Pedagang Buah
URL http://www.pikiran-rakyat.com/node/313987
Tanggal
Body NURHANDOKO WIYOSO/"PRLM"PEDAGANG buah di salah satu kios Pasar Gede Kota Banjar mengaku tidak mengetahui informasi apel impor asal Amerika Serikat yang diduga terkontaminasi bakteri, Rabu (28/1/2015). Dibandingkan yang lokal, apel impor lebih banyak dicari konsumen.* BANJAR, (PRLM).- Kabar apel impor asal Amerika Serikat terkontaminasi bakteri yang berbahaya bagi kesehatan manusia, ternyata belum sampai di tingkat pedagang buah. Setidaknya di Pasar Gede yang merupakan pasar tradisional terbesar di Kota Banjar, informasi tersebut baru sebatas diketahui bandar buah. Pantauan di Pasar Gede, Rabu (28/1/2015) pedagang buah yang ditemui umumnya mengaku tidak mengetahui kabar apel impor yang terpapar bakteri tersebut. Mereka tetap menjajakan barang dagangan apel impor merah maupun hijau bersama dengan jeruk ponkam. Buah apel impor tersebut mudah dikenali. Selain secara fisik terlihat lebih segar, juga terdapat stiker yang ditempel di setiap apel impor. Apel ditata bersama dengan apel lokal asal Malang, Prov. Jawa Timur, serta apel Fiji yang dibungkus stereofoam. "Saya tidak tahu, ada apel impor mengandung bakteri. Tidak sempat baca koran atau nonton televisi," ungkap Maman (37), pedagang buah. Dia mengatakan tetap berjualan apel impor tersebut, alasannya karena pihak bandar tetap menjual barang tersebut. Saat ini apel impor merah dan hijau dijual berkisar Rp 48.000 - Rp 49.000 untuk ukurabn besar. Sedangkan yang lebih kecil dijual Rp 47.000/kg. Apel lokal manalagi yang didatangkan dari wilayah Malang, Jawa Timur dijual Rp 29.000/kg, dan apel impor fiji Rp 38.000/kg. "jadi tergantung bandar, ada buah atau tidak. kalau ada apel impor ya beli dan dijual lagi," ujarnya. Terpisah bandar buah di Pasar Gede Kota Banjar, Eman mengaku sudah sejak lama mendapat informasi dugaan apel merah dan hijau impor terpapar bakteri. Namun demikian, dia mengaku tidak mengetahui kelanjutannya. "Sudah lama dengar ada apel impor mengandung bakteri, tetapi kemudian kabar tersebut hilang sendirinya. Beberapa hari lalu kembali ada informasi apel impor asal Amerika Serikat juga mengandung bakteri," katanya. Dia mengaku sejak seminggu ini ada penurunan penjualan apel impor merah maupun hijau. Untuk mengurangi kerugian, pasokan dari distributor juga dikurangi. Terpisah Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Kota Banjar Soni Horison mengaku belum mengambil langkah terkait dengan sinyalemen apel impor asal Amerika Serikat yang terkontaminasi bakteri. Persoalan tersebut , bakal dibicarakan dengan tim gabungan. (nurhandoko wiyoso/A-88)***