Arsip Berita

Error message

Notice: Undefined index: tanggal_string in arsip_berita_view->ShowDetailBerita() (line 53 of /usr/home/www/caleg.kabarkita.org/view/arsip-berita-view.php).

Home Arsip Berita

Judul Pelayanan Publik di Kota Cirebon Bakal Terbengkalai
URL http://www.pikiran-rakyat.com/node/314001
Tanggal
Body ANI NUNUNG/"PRLM"PETUGAS kebersihan di tempat pembuangan sementara Kesambi, Kota Cirebon mencoba mengumpulkan sampah yang berserakan, Rabu (28/1/2015). Sakitnya Wali Kota Cirebon Ano Sutrisno yang berdampak kepada kekosongan posisi wali kota, mulai mengancam ke pelayanan publik, di antaranya pelayanan kesehatan dan pengangkutan sampah ke TPA terancam terhenti.* CIREBON, (PRLM).-Sakitnya Wali Kota Cirebon Ano Sutrisno yang berdampak kepada kekosongan posisi wali kota, bukan hanya berdampak kepada kemungkinan tidak terbayarnya gaji PNS dan anggota dewan tetapi juga mulai mengancam ke pelayanan publik. Sejumlah pelayanan publik diantaranya pelayanan kesehatan di Puskesmas, distribusi raskin dan penerangan jalan umum, bakal terbengkalai. Sebanyak 22 Puskesmas dan Pustu di Kota Cirebon terancam kehabisan persediaan obat. Begitu juga ratusan meter kubik sampah tidak akan terangkut. Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan M Taufan Bharata meminta maaf kepada masyarakat, kalau mulai pekan depan dinas yang dipimpinnya tidak bisa lagi mengangkut sampah ke tempat pembuangan akhir. Setelah mengupayakan dana talangan dengan menggadaikan SK-nya untuk pengangkutan sampah selama Januari, Taufan mengatakan sudah tidak bisa lagi mengusahakan dana talangan, mulai bulan depan. Untuk menanggulangi dana operasional terutama kebutuhan BBM, Taufan menghabiskan dana talangan Rp 215 juta. "Saya tidak tahu lagi harus mencari dana talangan dari mana. Makanya kalau Februari mendatang, sampah tidak terangkut, kami minta maaf kepada masyarakat," katanya Rabu (28/1/2015). Menurut Taufan, kalau saja ada stasiun pengisian bahan bakar umum yang bisa diutangi dulu, masalah sampah mudah diatasi. "Masalahnya sekarang ini tidak ada SPBU yang mau diutang dulu. Boro-boro utang, kami malah harus memberikan deposit dulu, untuk mengisi BBM truk pengangkut sampah," ujarnya Namun Taufan, berharap masalah di Kota Cirebon cepat ada solusinya, sehingga kekhawatirannya sampah tidak terangkut, tidak terjadi," katanya. Dikatakannya, volume sampah di Kota Cirebon, setiap hari sekitar 400-600 meter kubik. "Untuk mengangkut sampah sebanyak itu, kami mengerahkan kendaraan pengangkut 21 unit dari yang besar sampai yang kecil," ucapnya. Terkait upanya mencari dana talangan, Taufan mengatakan, dia hanya ingin memotivasi masyarakat, kalau kewajiban menjaga kebersihan kota bukan hanya hanya tugas pemerintah, tetapi juga semua masyarakat. "Semakin sedikit sampah yang diangkut, anggaran kan nanti bisa dialokasikan untuk hal lain," katanya Sementara Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pamitran, Kecamatan Kejaksan, Ahmad mengaku cemas Februari mendatang, stok obat tak bisa bertahan hingga berdampak pada terganggunya pelayanan kesehatan bagi warga. "Sejauh ini masih tersedia obat, tapi tak bisa dipastikan bulan berikutnya," katanya. Menurutnya, hampir semua puskesmas mengalami penipisan stok obat. Obat-obatan yang tersedia sekarang, lanjut dia, merupakan stok anggaran 2014 dan belum menerima stok obat baru. Dia menyebutkan, biasanya warga yang datang berobat ke Puskesmas Pamitran merupakan pasien penyakit ringan seperti hipertensi, diare, panas, dan flu. Obat-obatan yang sering diresepkan di antaranya jenis paracematol. "Saat ini paracematol juga sudah menipis," ujarnya. Sementara di Puskesmas Kesambi, Kecamatan Kesambi, ketersediaan obat dicukup-cukupkan dengan perencanaan strategis. Selain obat, Kepala Puskesmas Kesambi Sulfianti Irvan membeberkan, hal lain terkait kinerja puskesmas pun menghadapi persoalan. "Setiap ada kegiatan promotif atau penyuluhan kepada masyarakat di Kelurahan Kesambi, petugas tak lagi memperoleh biaya transportasi seperti biasa," tukasnya. Dia berharap, awal Februari kondisi pemerintahan berjalan normal kembali. Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon Edy Sugiarto menjelaskan, awal tahun ini pihaknya belum dapat melakukan pengadaan obat-obatan terbaru. "Setiap tahun, Dinkes menyiapkan pasokan ketersediaan obat. Tapi tahun ini belum bisa dilakukan. Kami juga antisipasi obat-obatan yang expired dengan pemeriksaan oleh BPK, BPKP, dan Inspektorat," katanya. Begitu juga dengan distribusi beras untuk orang miskin. Biasanya, pendistribusian raskin untuk 17.196 rumah tangga sasaran, sudah dilakukan pertengahan atau menjelang akhir bulan. Namun, dengan vakumnya pemerintahan kota saat ini, hal itu belum dapat dilakukan. "Belum ada legal formal dari kepala daerah, sehingga kami belum bisa menyalurkannya," ungkap Kepala Seksi Distribusi Kantor Ketahanan Pangan Kota Cirebon Suharto. Penyaluran raskin, tegasnya, harus melalui prosedur dan membutuhkan tanda tangan wali kota. (Ani Nunung/A-89)***