Arsip Berita

Error message

Notice: Undefined index: tanggal_string in arsip_berita_view->ShowDetailBerita() (line 53 of /usr/home/www/caleg.kabarkita.org/view/arsip-berita-view.php).

Home Arsip Berita

Judul Midnight Quickie Memasyarakatkan Electronic Dance Music
URL http://www.pikiran-rakyat.com/node/314051
Tanggal
Body WINDY EKA PRAMUDYA/"PRLM"Midnight Quickie.* BANDUNG, (PRLM).- Jika biasanya musik elektronik dance hadir di pentas clubbing dan akrab dengan dunia malam, trio Midnight Quickie mengubah persepsi tersebut. Trio yang dihuni Rama (disc jockey), Aidra (DJ), dan Tami (vokal) itu membawa electronic dance music (EDM) ke semua kalangan masyarakat dan bisa dinikmati kapan saja. Formasi tak biasa yang dihadirkan Midnight Quickie membuat misi memasyarakatkan EDM agaknya bisa terwujud. Rama menceritakan, sejak awal misi mereka membawa EDM ke semua segmen. Ketika dia dan Aidra aktif menjadi DJ, mereka berpikir untuk menambah posisi vokal agar musik mereka mendapat sentuhan pop. Akhirnya, mereka mendapuk Tami untuk mengisi vokal. Formasi bertiga Midnight Quickie pun resmi terbentuk pada 2012 silam. Agar lebih mudah diterima masyarakat Indonesia, album "Being Bad Feels Good" diisi sejumlah trek berbahasa Indonesia dan satu lagu bahasa Jawa yang bertajuk "Honocoroko". Mereka bertiga, kata Rama, urun rembuk bersama agar bisa melahirkan album yang sesuai misi. "Awalnya respons pendengar musik kaget, apalagi saat pertama diputar di radio tahun lalu. Namun, kelamaan musik kami diterima dan apresiasinya bagus. Album kami sempat menjadi yang terlaris di i-Tunes dan single 'Bebas Lepas' sempat menempati chart nomor satu di sejumlah radio," ungkap Rama di Jalan Cihampelas Kota Bandung. Nama Midnight Quickie yang menaungi mereka, kata Aidra, tak ada arti khusus. Hanya saja, mereka selalu berkumpul saat malam. Proses kreatif mereka, termasuk saat pengerjaan album baru lancar dikerjakan saat malam hari. Dengan kondisi lalu lintas di Jakarta yang selalu macet, para awak Midnight Quickie baru bisa bertemu setelah langit gelap. Akhirnya mereka sepakat memakai nama Midnight Quickie. Vokalis Tami menambahkan, agar musik Midnight terdengar Indonesia, mereka sengaja menambahkan satu lagu berbahasa Jawa. Di lagu itu, selain kental dengan musik dance elektronik, Midnight Quickie juga menambahkan sound bebunyian perangkat gamelan. Lagu "Honocoroko" itu ditulis Tami dengan bantuan ayahnya untuk menterjemahkan menjadi bahasa Jawa. "Musik elektronik berasal dari barat, kami memasukan unsur budaya Indonesia untuk menunjukan kami orang Indonesia. Di album kedua nanti, kami akan kembali mengangkat kultur Indonesia dengan instrumen musik tradisional," kata Tami. (Windy Eka Pramudya/A-89)***