Arsip Berita

Error message

Notice: Undefined index: tanggal_string in arsip_berita_view->ShowDetailBerita() (line 53 of /usr/home/www/caleg.kabarkita.org/view/arsip-berita-view.php).

Home Arsip Berita

Judul Warga Perjualbelikan Lahan PJKA (PT KAI)
URL http://www.pikiran-rakyat.com/node/314115
Tanggal
Body TATI PURNAWATI/"KC"DERETAN bangunan di atas lahan PT KAI, tepatnya di pinggir ruas jalan Cirebon-Bandung antara Kecamatan Kadipaten-Kasokandel. Lahan tersebut diperjualbelikan antarwarga, ada pula warga yang menyewakan kembali bangunannya kepada perusahaan atau pengusaha.* MAJALENGKA, (PRLM).- Tanah PJKA (PT KAI) di wilayah Kabupaten Majalengka diperjualbelikan antarwarga. Mereka yang menempati lahan PJKA pun setiap tahunnya harus membayar sewa lahan yang nilainya bervariasi tergantung luas lahan dan peruntukannyan. Menurut keterangan beberapa orang warga yang menempati lahan tersebut, harga lahan PJKA nilainya bervariasi, bila membeli dari warga sebesar Rp 30.000 hingga Rp 40.000 per satu kapling dengan ukuran 8 X 10 m atau sekitar 6 bata sedangkan harga sewa tahunannya disesuaikan dengan kegunaan lahan. Bila lahan difungsikan sebagai tempat tinggal maka sewanya hanya sekitar Rp 400.000 hingga Rp 800.000, namun bila tanah difungsikan sebagai tempat usaha maka sewa tahunan bisa mencapai jutaan rupiah. Seorang warga yang membuka usaha onderdil dan minuman Yani, misalnya, dia dikenakan uang sewa sebesar Rp 2.500.000 per tahun dengan ukuran lahan 15 m X 8 m. Lahan tersebut sebagian dipergunakan sebagai tempat usaha sebagian dipergunakan sebagai tempat tinggal. Dia sudah dua tahun tinggal di lahan PJKA tersebut dan sewapun dibayar untuk dua tahun. Sedangkan Yaya mengaku akan menjual lahan dan bangunannya seharga Rp 40.000.000 dengan luas lahan 8 m X 10 m. Sewa tahunan rumah tersebut menurutnya hanya Rp 400.000 pertahun. “Nu abdi bade diical, pami bade, ke PJKA na abdi nu tanggungjawab kantun mayar sewa tahunan wae kapayun (lahan tanah dan bangunan milik saya mau di jual, kalau mau, ke PJKA tangungjawab saya),” ungkap Yaya. Hampir seluruh lahan PJKA yang ada di wilayah Kabupaten Majalengka mulai dari Kadipaten hingga Sumberjaya yang berbatasan dengan Kabupaten Cirebon, menurut sejumlah warga hampir seluruhnya dipergunakan oleh masyarakat. Peruntukannya rata-rata digunakan sebagai tempat tinggal dan lahan usaha. Di antara mereka ada yang sudah menempati puluhan tahun. “Ada juga yang sengaja menyewa lahan ke PJKA kemudian mendirikan bangunan dan bangunanya disewakan kembali kepada pengusaha dengan harga sewa yang lumayan mahal. PDAM juga menyewa kantor dari warga,” ungkap Toni. Sayangnya menurut salah seorang tokoh masyarakat di Desa Gandasari, Kecamatan Dawuan, Sabungan Simatupang, pendirian bangunan yang dilakukan warga tidak memperhatikan drainase sehingga ketika hujan air mengalir langsung ke jalan raya jurusan Cirebon-Bandung hingga mengakibatkan banjir. Tak heran bila kondisi jalan cepat rusak. Terlebih di sepanjang jalan Sawala nyaris tak ada drainase kalaupun ada tertutup. “Harusnya ketika mendirikan bangunan bisa memperhatikan drainase agar air tidak tumpah seluruhnya ke jalan raya hingga mengakibatkan banjir,” ujar Sabungan Simatupang. Atau solusinya seluruh aset tanah PJKA kepemilikannya diserahkan ke Pemerintah Kabupaten Majalengka.(Tati Purnawati/A-147)***