Arsip Berita

Error message

Notice: Undefined index: tanggal_string in arsip_berita_view->ShowDetailBerita() (line 53 of /usr/home/www/caleg.kabarkita.org/view/arsip-berita-view.php).

Home Arsip Berita

Judul Kabinet Jokowi-JK Miskin Prestasi, Justru Marak Kegaduhan Politik
URL http://www.pikiran-rakyat.com/node/313861
Tanggal
Body JAKARTA, (PRLM).- Walaupun Kabinet Jokowi-JK (Kabinet Kerja-Red) sudah berjalan seratus hari, kalangan pengamat politik dan politisi menilai, masih miskin prestasi. Sejumlah menterinya baru bangun dari tempat tidur, masih meraba-raba, belajar jalan untuk mengenali lingkungan, tetapi ada yang bikin blunder alias kesandung. Di awal kerjanya, yang marak justru kegaduhan politik. Setelah PPP dan Golkar dibikin heboh, kini konflik serius antara KPK dengan Polri. Kalau konflik antarkedua lembaga penegak hukum ini tidak segera diselesaikan dapat berdampak, pemerintahan Jokowi bisa berantakan. ‘’Prestasi pemerintahan Jokowi-JK belum kelihatan, cuma kegaduhan politik yang menonjol. Ini karena Jokowi tidak tegas dan tidak berani menolak keinginan orang-orang sekelilingnya,’’ kata pengamat politik dari UI, Prof. Budyatna, Selasa (27/1/2015). Budyatna mengatakan, setelah PPP dan Golkar bergolak, sekarang muncul konflik yang serius antara KPK dan Polri. Perintah presiden agar tidak ada lagi friksi antara KPK dan Polri, nyatanya malah kian menajam. ‘’Banyak yang khawatir, jika konflik serius ini tidak segera diselesaikan, pemerintahan bisa jatuh,’’ ujar Budyatna. Pakar komunikasi politik ini mengatakan, kinerja menteri-menteri Jokowi-JK juga payah, terutama Menko Polhukam Tedjo Edhy Purdijatno, gaya bicaranya tidak simpatik, sehingga dia dilaporkan ke polisi gara-gara ucapannya soal rakyat yang nggak jelas. "Banyak yang kecewa terhadap Menko Polhukam karena sering bikin blunder. Yang menonjol cuma Susi Pudjiastuti dan Yuddy Chrisnandi. Jebloknya kabinet karena Jokowi mengabaikan menteri-menteri pilihan rakyat, yang dia angkat justru menteri-menteri titipan JK, Mega, dan Paloh alias KIH,’’ tegas Budyatna. Apa solusi terbaik supaya kinerja menteri-menteri Jokowi-JK efektif, Budyatna menyarankan, sebaiknya menteri-menteri yang tidak berprestasi diganti atau direshuffle. ‘’Tapi nunggu 1 tahun dulu. Beri mereka kesempatan untuk bekerja, kalau 1 tahun tidak berubah, tidak punya gebrakan apa-apa, ya ganti saja,’’ kata Budyatna.(Sjafri Ali/A-88)***