Arsip Berita

Error message

Notice: Undefined index: tanggal_string in arsip_berita_view->ShowDetailBerita() (line 53 of /usr/home/www/caleg.kabarkita.org/view/arsip-berita-view.php).

Home Arsip Berita

Judul Jokowi Jangan Buka Permainan Politik Baru
URL http://www.pikiran-rakyat.com/node/314292
Tanggal
Body JAKARTA, (PRLM).- Presiden Joko Widodo diminta untuk menyudahi roadshow politik di tengah polemik pelantikan Budi Gunawan. Itu justru membuka permainan politik baru yang celahnya akan dimanfaatkan banyak pihak. "Pertemuan dengan Prabowo (Ketua Umum Gerindra), itu saat makna dan menimbulkan spekulasi politik yang tinggi," ujar Pengamat Politik, Heri Budianto, dalam diskusi bertajuk "100 Hari Pemerintahan Jokowi-JK Soal KPK vs Polri: Politis atau Tidak?" di Hotel Gren Alia Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (30/1/2015). Menurut Heri, paling tidak ada tiga makna yang bisa dibaca. Pertama, Jokowi ingin menunjukkan jika Koalisi Indonesia Hebat tetap menginginkan pelantikan BG, maka Koalisi Merah Putih bisa menjadi kekuatan politik yang dapat membantunya jika tidak melantik BG. Kedua, Jokowi ingin menunjukkan dirinya perlu back-up politik luas terkait keputusannya nanti soal pengangkatan kapolri. Ketiga, jika KIH nanti tidak sejalan, maka harapan Jokowi KMP bisa menerimanya. "Dalam situasi sekarang ini seharusnya Jokowi menahan diri agar publik tidak mencium aroma bahwa sedang ada masalah antara dia dengan PDIP," ujar dia. Dilakukannya pertemuan dengan rival politik KIH, Heri menilai langkah itu membuka ruang-ruang politik baru yang bisa menimbulkan gesekan yang makin tajam. Heri berpendapat daripada mencoba-coba masuk ke KMP yang masih seperti "ruang gelap", sebaiknya Jokowi segera membangun komunikasi dengan PDIP dan parpol KIH lainnya. Persoalan BG dibahas secara terbuka dan dicari solusinya. "Selain itu juga perlu dibuat formulasi koalisi dan hubungan presiden dengan kekuatan koalisi yang permanen. Itu untuk mengetahui peran masing-masing," kata Direktur Eksekutif Political Communication Institute itu. Heri menilai selama ini ada yang belum clear dalam koalisi antara Jokowi dan KIH. Hal itu terlihat dengan munculnya ketidakpercayaan dan iri hati KIH khususnya PDIP terhadap orang kepercayaan Jokowi di lingkungan istana. (Amaliya/A-89)