Arsip Berita

Error message

Notice: Undefined index: tanggal_string in arsip_berita_view->ShowDetailBerita() (line 53 of /usr/home/www/caleg.kabarkita.org/view/arsip-berita-view.php).

Home Arsip Berita

Judul Penentuan Venue Asian Games 2018 Belum Final, Palembang Sudah Protes
URL http://www.pikiran-rakyat.com/node/314294
Tanggal
Body JAKARTA, (PRLM).- Meskipun belum keluar finalisasi penempatan cabang olah raga Asian Games 2018, namun Sumatera Selatan sudah melayangkan protes. Pasalnya, berdasarkan proyeksi venue untuk cabor Asian Games 2018 pada Coordination Commission Meeting, perwakilan Olympic Council of Asia (OCA) dinilai terlalu menganakemaskan Jakarta. Karena Palembang hanya diberikan kesempatan untuk menghelat tiga cabor, yakni menembak, triathlon, dan dayung. Jumlah itu dinilai sangat sedikit, mengingat awalnya Sumsel memproyeksikan sedikitnya bisa menggelar 23 cabor. Jumlah tersebut dinilai hampir sama dengan proyeksi daerah pendukung lainnya Jawa Barat, dimana juga hanya kebagian tiga cabor, yakni balap sepeda, dayung, dan equistrian. Kendati Palembang juga diberikan kesempatan untuk menjadi tuan rumah tes even Asian Games untuk cabor voli, basket, handball, dan sepak bola di 2017 namun mereka tidak puas. Protes itu dilontarkan oleh Gubernur Sumsel Alex Noerdin kepada para wartawan yang melakukan peninjauan venue di Sumsel, Kamis (29/1/2015) lalu. Menurutnya, dalam host city contract tertulis Jakarta dan Palembang sebagai tuan rumah Asian Games, sehingga dia menilai pembagian cabor pun bisa lebih adil, terlebih dia menilai selama ini pihak OCA maupun Komite Olimpiade Indonesia (KOI) tidak ada koordinasi dengan mereka. "Jangan sampai berkah ini menjadi musibah," katanya. Bahkan dia pun melontarkan pertanyaan, dimana venue Jakarta yang sudah siap? Alex menilai jika venue yang berada Jakabaring Sport City (JPC) jauh lebih siap menggelar pertandingan dibandingkan venue-venue yang ada di Jakarta. Dia pun menolak jika pihak OCA, Wakil Presiden Dewan Kehormatan OCA, Wei Ji Zhong mengatakan jika venue aquatik di JPC tidak memenuhi standar internasional. Karena meski sudah pernah digunakan untuk SEA Games 2011, namun, belum memenuhi standar Asian Games. "Selama ini kolam renang yang memiliki 10 lintasan tersebut tidak pernah ada penolakan dari federasi renang internasional (FINA), Bahkan, kolam tersebut sudah memiliki sertifikasi FINA. Karena sebelum di bangun tentu kita sudah berkonsultasi dengan PRSI dan FINA. Jadi bagaimana mungkin sekarang dibilang tidak sesuai standar? Padahal venue ini juga sering digunakan untuk pertandingan internasional, termasuk yang berlevel Asia, seperti Islamic Solidarity Games (ISG)," ucap Alex. Dia pun meminta agar OCA dan KOI memilikir ulang penempatan venue tersebut, karena pasalnya, menurut Alex, hanya pihaknya yang berani ambil resiko mendampingi Jakarta sebagai tuan rumah. "Persaingan memang ada dan penilaian harusnya "fair" sesuai dengan apa adanya. Bu Rita tentu ingin banyak cabor yang digelar di Jakarta, tapi kami juga sudah ada pendekatan ke OCA langsung," ucapnya. Demi memenuhi ambisinya tersebut, bahkan Palembang berani mengambil resiko dengan melakukan renovasi JPC. Padahal sebelumnya, pihak OCA telah mengingatkan untuk jangan dahulu melakukan renovasi atau pembangunan sebelum Technical Delegate Asian Games 2018 memberikan catatan pembenahan bagi Indonesia. Hal tersebut untuk menekan budget persiapan dan penyelenggaraan. Salah satu renovasi yang akan dilakukan Pemda Palembang, yakni penambahan satu track di venue atletik, penambahan kolam polo air, penambahan kapasitas penonton di sebagian besar venues, hingga dibangunnya Main Media Center di dalam kompleks JPC. Jika melihat dari timeline kunjungan Komisi Koordinasi OCA kemarin, selepas peninjauan venue di Jakarta, mereka seharusnya menuju Palembang. Sayang, rencana itu kemudian dibatalkan karena alasan keterbatasan waktu. Wei mengatakan jika lanjutan rapat itu akan digelar pada 2 September mendatang di Jakarta. Pihaknya, juga mengatakan tidak akan melakukan peninjauan langsung ke Palembang, namun OCA nanti akan mengirimkan delegasi yang akan melihat venue di Palembang. Namun, waktunya belum ditentukan. Sebelumnya, ketika mendampingi Komisi Koordinasi OCA, Ketua KOI Rita Subowo mengatakan, dari hasil rapat koordinasi tersebut, mereka akan mengirimkan surat ke internasional federasi masing-masing cabor yang akan dipertandingkan di dua daerah pendukung, Sumsel dan Jabar, untuk mengirimkan technical delegatenya siapa yang akan ditetapkan. Baru, kemudian mereka nanti yang akan me-"follow up" sesuai standar yang ditentukan Asian Games. (Wina Setyawatie/A-89)***