Arsip Berita

Error message

Notice: Undefined index: tanggal_string in arsip_berita_view->ShowDetailBerita() (line 53 of /usr/home/www/caleg.kabarkita.org/view/arsip-berita-view.php).

Home Arsip Berita

Judul Hampir Semua Pimpinan KPK Dilaporkan ke Polri, Tinggal Zulkarnaen
URL http://www.pikiran-rakyat.com/node/313715
Tanggal
Body JAKARTA, (PRLM).- Bareskrim Polri telah menerima tiga laporan dugaan tindak pidana oleh pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi yakni Abraham Samad (Ketua), Adnan Pandu Praja (Wakil Ketua), dan Bambang Widjojanto (Wakil Ketua). Abraham Samad dilaporkan pada Kamis (22/1/2015), Bambang Widjojanto pada Senin (19/1/2015) yang diikuti dengan penangkapan pada Jumat (23/1/2015)m dan Adnan Pandu pada Sabtu (24/1/2015). Kepala Bidang Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri Rikwanto, mengatakan, pihaknya masih mempelajari laporan masyarakat terkait Ketua KPK, Abraham Samad. Dia menambahkan, laporan tersebut dengan nomor laporan LP/75/1/2015/Bareskrim. "Kami masih pelajari, kalau ada unsur pidana akan dipanggil," kata Rikwanto di Mabes Polri, Jakarta, Senin (26/1/2015). Begitu juga dengan laporan terhadap Adnan Pandu. Menurut dia, penyidik Polri masih mempelajari laporan tersebut. "Ya. Masih kita pelajari," ucapnya. Di tempat terpisah, bekas Ketua DPRD Jawa Timur Fathorrasjid mengaku akan melaporkan Wakil Ketua KPK lainya yakni Zulkarnaen ke Mabes Polri. Fathorrasjid mengatakan Zulkarnaen diduga menerima suap dalam kasus korupsi dana Program Penanganan Sosial Ekonomi Masyarakat (P2SEM). "Sebenarnya ini sudah lama, sekitar 1 tahun yang lalu kita sebut. Nah besok tanggal 28 Januari (Rabu) akan kami laporkan ke Mabes Polri," ucap Fathorrasjid, Senin (26/1). Fathorrasjid menyebut bahwa pihaknya tidak memanfaatkan momentum kegaduhan KPK dan Polri. Dia mengaku mempunyai bukti-bukti untuk melaporkan Zulkarnaen. "Ini nggak ada hubungannya dengan lembaga KPK. Jangan salah," ucap Fathorrasjid. Selain itu, Fathorrasjid mengaku bahwa kasus tersebut melibatkan banyak pihak.‎ Nama Zulkarnaen disebut oleh Fathorrasjid menerima suap sebesar Rp 2,8 miliar ‎saat menjabat sebagai Kajati Jawa Timur. Fathorrasjid sendiri sudah divonis hakim bersalah pada 2010 lalu. Di pengadilan negeri Surabaya dia divonis 6 tahun penjara karena terbukti memotong dana Program Penanganan Sosial Ekonomi Masyarakat (P2SEM) hingga Rp 5,8 miliar. Kemudian dia melakukan kasasi dan vonisnya menjadi 4 tahun penjara. Fathorrasjid bebas pada Desember 2013 lalu. Menganggapi hal tersebut, Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Ronny F Sompie, menyatakan belum mendapat informasi mengenai laporan tersebut. "Belum, kami belum dapat laporan itu," katanya. Sementara itu, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane mendesak Mabes Polri menuntaskan laporan Samad tersebut. Menurut dia, Samad dilaporkan telah melakukan pertemuan dengan pihak yang perkaranya ditangani KPK. "Laporan itu didasarkan pemberitaan di media massa dan bersumber dari Blog Kompasiana berjudul Rumah Kaca Abraham Samad. Dalam artikel itu Samad disebutkan pernah beberapa kali bertemu dengan petinggi parpol dan membahas beberapa isu, termasuk tawaran bantuan penanganan kasus politisi Emir Moeis yang tersandung perkara korupsi, yang ditangani KPK," ujarnya. Dari penelusuran IPW diketahui bahwa Bareskrim Polri sudah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, termasuk seorang pejabat. Bahkan, Bareskrim sudah mendapatkan keterangan saksi ahli dan alat bukti lainnya. IPW mendesak Bareskrim mendalami kasus ini dengan serius, untuk segera bisa dituntaskan di pengadilan, dengan cara segera memanggil dan memeriksa Samad. (Miradin Syahbana Rizky/A-88)***