Arsip Berita

Error message

Notice: Undefined index: tanggal_string in arsip_berita_view->ShowDetailBerita() (line 53 of /usr/home/www/caleg.kabarkita.org/view/arsip-berita-view.php).

Home Arsip Berita

Judul Presiden Bahas KPK-Polri dengan Wantimpres
URL http://www.pikiran-rakyat.com/node/313921
Tanggal
Body ARIE C. MELIALA/"PRLM"ANGGOTA Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) yang juga tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Ahmad Hasyim (kanan) saat tiba di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (28/1/2015).* JAKARTA, (PRLM).- Presiden RI Joko Widodo membahas tentang polemik hubungan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan kepolisian RI (Polri). Pembahasan kali ini dilakukan Jokowi bukan dengan tim 9 tetapi dengan Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (28/1/2015). Berdasarkan pantauan "PRLM" di Istana Kepresidenan sekitar pukul 9.00 WIB beberapa wantimpres sudah tiba. Salah satu wantimpres yang juga tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Ahmad Hasyim Muzadi membenarkan pertemuan yang digelar memang membahas KPK dan polri. "Ya, ya, ya. Pertemuan untuk itu (bahas KPK dan polri. Nanti isinya bagaimana setelah keluar saja," kata Hasyim. Dia mengatakan wantimpres sudah menyiapkan masukan untuk presiden terkait polemik hubungam dua institusi itu. Namun, menurutnya rekomendasi dari wantimpres tidak diumumkan. "Yang bisa (diumumkan) itu pendapat perorangan tetapi yang langsung diberikan pada presiden dalam putusan rapat itu tidak bisa diumumkan," katanya. Hasyim belum berkenan ditanya tentang pendapatnya mendukung atau menolak keppres pemberhentian Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto. "Nanti sajalah kalau sudah keluar (rapat dengan presiden), saya mau wawancara lagi," kata Hasyim. Anggota wantimpres lainnya yang sudaj dilantik presiden yaitu Jan Darmadi, M. Yusuf Kartanegara, Rusdi Kirana, Sidarto Danusubroto, Subagyo Hadi Siswoyo, Suharso Monoarfa, tokoh Muhammadiyah Abdul Malik Fadjar, dan Guru Besar Ekonomi Universitas Gajah Mada (UGM) Sri Adiningsih. Sembilan anggota Wantimpres ini dilantik di Istana Negara, Jakarta, Senin (19/1/2015). (Arie C. Meliala/A-147)***