Arsip Berita

Error message

Notice: Undefined index: tanggal_string in arsip_berita_view->ShowDetailBerita() (line 53 of /usr/home/www/caleg.kabarkita.org/view/arsip-berita-view.php).

Home Arsip Berita

Judul Para Menteri Kabinet Kerja Lanjutkan Tradisi Minum Jamu
URL http://www.pikiran-rakyat.com/node/314258
Tanggal
Body JAKARTA, (PRLM) Di tengah karut marut hubungan KPK-Polri yang terus memanas, tidak menyurutkan langkah sejumlah menteri Kabinet Kerja pimpinan Presiden Joko Widodo untuk meneruskan kebiasaan minum jamu. Kali ini, acara minum jamu bersama diikuti Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Menteri Perindustrian Saleh Husin, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi dan Menteri Ketenagakerjaan Mumammad Hanif Dhakiri sebagai tuan rumah. Kebiasaan minum jamu setiap Jumat, dipelopori oleh Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani dan Menteri Perdagangan Rahmat Gobel dan Menteri Koperasi-UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga. Sasarannya adalah kebiasaan itu bisa dilakukan di semua kantor pemerintahan. Pasalnya, Indonesia adalah negara terbesar kedua di dunia setelah Brazil yang memiliki sekitar 30.000 varietas tanaman berkhasiat. Indonesia bahkan diklaim sebagai negara nomor satu varietas terbanyak tanaman laut berkhasiat. Tapi belum dimanfaatkan secara maksimal karena belum masuk dalam perdagangan herbal dunia. Oleh karena itu, dukungan pemerintah dinilai sangat membantu produk herbal asli Indonesia itu untuk bisa masuk pasar internasional. Menaker Hanif mengatakan, industri jamu tradisional yang sedang berkembang pesat diharapkan dapat mempercepat pengurangan angka pengangguran yang saat ini mencapai 5,94 persen atau 7,24 juta jiwa pada Agustus 2014. Selain membuka lapangan kerja sebagai karyawan perusahaan jamu, industri jamu juga membuka jalur wirausaha yang sedang berkembang yaitu wirausaha jamu. "Industri jamu merupakan salah satu ujung tombak masuknya produk-produk berbasis budaya lokal dan sebagai industri bersifat padat karya yang banyak menyerap tenaga kerja," ujar Hanif di Kementerian Ketenagakerjaan, di Jakarta, Jumat (30/1/2015). Hanif mengatakan, industri jamu di Indonesia saat ini sedang berkembang dan menyerap banyak tenaga formal dan informal. Apalagi ditambah dengan upaya saintifikasi jamu yang sedang dilakukan Kementerian Kesehatan. “Melihat data di lapangan, dapat dibayangkan jika usaha jamu ini terus dikembangkan di masa datang, maka perluasan kesempatan kerja di subsektor ini harus menjadi perhatian kita semua," kata Hanif. Saat ini ada 3.453 penjual jamu Sido Muncul dan 1.800 penjual Air Mancur dimana sekitar 2-7 persen di antaranya merupakan wirausaha. "Para penganggur dan setengah penganggur diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan itu dengan baik sehingga juga dapat meningkatkan kesejahteraan,” ucap Hanif. Indonesia memiliki banyak produk jamu yang baik seperti Mustika Ratu, Jamu Jago, Nyonya Meneer, Jamu Tolak Angin dan Pegal Linu yang dapat disesuaikan dengan potensi daerah. Hanif menekankan bahwa industri jamu harus mempertahankan dan meningkatkan higienitas dan kualitas sehingga dapat menjadi produk tuan rumah di negeri sendiri .Para petani diharapkan juga dapat memanfaatkan kesempatan itu untuk penyediaan bahan baku jamu. Di sisi lain, Hanif mengajak pihak perbankan dan lembaga keuangan lainnya agar turut serta membantu perkembangan industri jamu di Indonesia. "Diharapkan pihak terkait seperti perbankan memberikan kemudahan dalam permodalan industri jamu sehingga dapat berdampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan petani, pengusaha dan karyawan perusahaan jamu dan wirausaha," tambahnya. Menko PMK Puan Maharani menargetkan, gerakan sehat minum jamu dilakukan di seluruh kantor pemerintah. "Tiap Jumat, minimal habis senam minum jamu tradisional. Ini penting supaya kita tetap menghargai produk dalam negeri dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015," katanya. (Satrio Widianto/A-147)***