Arsip Berita

Error message

Notice: Undefined index: tanggal_string in arsip_berita_view->ShowDetailBerita() (line 53 of /usr/home/www/caleg.kabarkita.org/view/arsip-berita-view.php).

Home Arsip Berita

Judul BG tak Penuhi Panggilan KPK
URL http://www.pikiran-rakyat.com/node/314265
Tanggal
Body JAKARTA, (PRLM).-Komisaris Jenderal Budi Gunawan memilih untuk tidak memenuhi panggilan pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (30/1/2015) terkait dugaan kasus gratifikasi yang dilayangkan kepadanya. Alasannya, Kuasa Hukum Budi Gunawan, Razman Nasution menilai KPK terkesan tidak jelas dan sembunyi-sembunyi saat menyampaikan surat pemeriksaan. "Beri surat jangan ngumpet-ngumpet dong. Jangan karena ada pengamanan, ada penjagaan jadi takut. Sebenarnya tidak usah takut sepanjang cara menyampaikannya elegan," katanya, di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (30/1/2014). Razman menjelaskan, semenjak ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK pada 14 Januari 2015 silam, BG mengaku tidak pernah mendapatkan surat penetapan tersangka itu. "Pak BG belum dapat surat pemberitahuan resmi sebagai tersangka dari KPK. Kita mau surat resmi ya, bukan dari surat kabar atau media sosial," kata Razman. Selain itu, dia pun mempermasalahkan surat pemanggilan yang tidak terlampir tanda terima. Sehingga menurut dia, tidak jelas siapa pengirim dan penerima surat. "Surat itu siapa yang mengirim, siapa yang menerima, tidak jelas. Bisa dibilang surat itu tiba-tiba ada di rumah dinas Budi di Jalan Tirtayasa 28. Tanpa tanda terima pula," ujar Razman. Namun, pada surat berlambang KPK itu, kata dia, memang tertera pemanggilan atas nama Budi Gunawan. Namun, ada beberapa bagian yang tidak diisi, yakni tanggal pengiriman surat, siapa yang menerima dan siapa yang menyerahkan. Surat itu hanya ditandatangani Kepala Satgas Penyidik atas nama Budi A Nugroho. Dengan begitu, kata dia, pihaknya pun memastikan bahwa pada panggilan pertama ini BG tidak akan memenuhi panggilan KPK. "Saya pastikan pemanggilan pertama ini Komjen Pol Budi Gunawan tidak hadir ke KPK. Wong surat tidak jelas siapa pengirimnya," tuturnya. (Miradin Syahbana Rizky/A-89)***