Arsip Berita

Error message

Notice: Undefined index: tanggal_string in arsip_berita_view->ShowDetailBerita() (line 53 of /usr/home/www/caleg.kabarkita.org/view/arsip-berita-view.php).

Home Arsip Berita

Judul Komnas HAM Periksa Kabareskrim Soal Penangkapan Pimpinan KPK
URL http://www.pikiran-rakyat.com/node/314279
Tanggal
Body JAKARTA, (PRLM).- Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri Budi Waseso memenuhi panggilan pemeriksaan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) terkait laporan pelanggaran hak asasi manusia dalam penangkapan Wakil Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi Bambang Widjojanto, Jumat (30/1/2015). Dengan mengendarai sedan bernomor B 1138 PD, Budi tiba di Kantor Komnas HAM pada pukul 14.58 WIB. Tanpa banyak komentar, Budi yang dikerumuni wartawan segera bergegas masuk. "Kita harus jelaskan semua, terbuka, pasti kooperatif," ujar Budi terkait proses penangkapan Wakil Pimpinan KPK Bambang Widjojanto yang banyak menuai kritik. Budi mengaku membawa sejumlah dokumen yang diminta Komnas HAM seperti surat perintah penyidikan serta penangkapan Bambang. Seperti diketahui, Koalisi Masyarakat Sipil Save KPK melaporkan Polri ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Koalisi yang terdiri dari Kontras, Migrant Care, ICW melaporkan penangkapan Bambang yang melanggar hak asasi manusia dan prosedur hukum. "Kami melihat ada serangkaian kegiatan yang masuk kategori pelanggaran HAM. Kami melihat ada unsur yang sengaja, terencana," kata Direktur Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Haris Azhar beberapa waktu lalu. Beberapa hal yang dipersoalkan adalah penangkapan Bambang yang tidak didahului adanya surat pemanggilan. Hak itu merujuk pada pasal 19 ayat (2) KUHAP. Surat perintah penangkapan yang diperlihatkan polisi pun tidak memuat alasan tindakan itu. Tak hanya itu, penangkapan Bambang telah melanggar hak anak. Wakil pimpinan KPK itu ditangkap dan diborgol di depan putrinya. "Bahkan putrinya dibawa serta ke Bareskrim sebelumnya akhir diperbolehkan pulang," ucap Haris. Anggota Bareskrim dinilai tak mempertimbangkan kondisi psikologis anak. Menanggapi laporan itu, Ketua Komnas HAM Hafid Abbas mengatakan segera menindaklanjutinya. "Izinkan kami bekerja dengan profesionalisme," kata Hafid. (Bambang Arifianto/A-88)***