Arsip Berita

Error message

Notice: Undefined index: tanggal_string in arsip_berita_view->ShowDetailBerita() (line 53 of /usr/home/www/caleg.kabarkita.org/view/arsip-berita-view.php).

Home Arsip Berita

Judul Berkas Kasus PT Coca Cola Dilimpahkan ke Kejari Sumedang
URL http://www.pikiran-rakyat.com/node/313829
Tanggal
Body SUMEDANG, (PRLM).-Berkas kasus dugaan pengambilan air tanah tanpa izin oleh PT Coca-Cola Bottling Indonesia (CCBI) di Jalan Raya Bandung-Garut Km 26 Desa Cihanjuang, Kec. Cimanggung yang ditangani Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri, Senin (26/1/2015) sekira pukul 19.00 WIB dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari ) Sumedang. Pelimpahan berkas kasus tersebut, disertai barang bukti dan tersangka berinisial IS yang menjabat sebagai manager di perusahaan tersebut. Barang bukti, di antaranya berbagai dokumen serta beberapa barang salah satunya panel listrik. “Memang, tersangka kemarin malam sudah langsung ditahan. Penahanan tersangka IS dititipkan di Lapas (Lembaga Permasyarakatan) Sumedang. Hanya saja, jabatan manager apa, saya belum tahu. Saat ditahan, tersangka didampingi pengacaranya. Untuk alasan penahanannya, kami juga kurang tahu karena itu kewenangan penyidik Bareskrim Mabes Polri yang menangani kasus tersebut,” ujar Kasi Pidum Kejari Sumedang Bahtiar Ihsan Agung ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya di kantor Kejari Sumedang, Selasa (27/1/2015). Menurut dia, perusahaan tersebut diduga melakukan pengambilan air tanah tanpa izin dari instansi terkait yakni Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan (BPMPP) Kab. Sumedang yang kini berganti nama menjadi Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPMPT). Tindakan ilegal perusahaan itu melanggar pasal 94 ayat 1 huruf a dan ayat 3 huruf b Undang-undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air. “Ancaman hukumannya maksimal 9 tahun penjara,” tuturnya. Ketika ditanya materi kasusnya, seperti berapa titik sumur air tanah yang tidak berizin dan sejak tahun berapa operasional pengambilan airnya tanpa mengantongin Surat Izin Pengambilan Air (SIPA), Bahtiar Agung mengaku tidak mengetahui secara pasti karena tidak memeriksa berkas kasusnya. “Saya tidak hapal materinya, harus ke penyidik,” tuturnya. Lebih jauh ia menjelaskan, setelah pelimpahan berkas, Kejari Sumedang akan segera membuat berkas dakwaan untuk diajukan ke persidangan. Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang akan melakukan persidangan di Pengadilan Negeri Sumedang sebanyak 5 orang, JPU sebanyak itu, antara lain dari Kejagung 2 orang dan Kejari 3 orang. “Kami akan sesegera mungkin melakukan persidangan,” kata Bahtiar Agung. (Adang Jukardi/A-89)***