Arsip Berita

Error message

Notice: Undefined index: tanggal_string in arsip_berita_view->ShowDetailBerita() (line 53 of /usr/home/www/caleg.kabarkita.org/view/arsip-berita-view.php).

Home Arsip Berita

Judul Sawah Rawa Onom Kota Banjar Kembali Terendam Banjir
URL http://www.pikiran-rakyat.com/node/313691
Tanggal
Body NURHANDOKO WIYOSO/"PRLM"AREAL persawahan di wilayah Bebedahan, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar kembali terendam banjir, Senin (26/1/2015). Banjir yang menenggelamkan persawahan akibat turun hujan yang terus mengguyur wiilayah tersebut serta meluapnya Sungai Citapen hingga air masuk Rawa Onom.* BANJAR, (PRLM).- Meluapnya Sungai Citapen yang diikuti naiknya permukaan air Rawa Onom, mengakibatkan persawahan di wilayah Bebedahan, Siluman Baru, di Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar dan sebagian wilayah Kecamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis terendam banjir. Sebagian persawahan yang terendam banjir, sebelumnya juga sudah ditanami, paska terjadinya banjir sebelumnya. Pantauan di Bebedahan, Kecamatan Purwaharja, Senin (26/1/2015) sebagian persawahan yang lokasinya lebih dekat Rawa Onom, sudah tidak terlihat petak maupun tanamannya akibat akibat terendam banjir. Sedangkan sawah yang letaknya lebih jauh, tampak pucuk tanaman padi yang belum lama ditanam. Di areal lainnya, persawahan yang terendam banjir, masih belum ditanami. Persawahan tersebut sudah dipersiapkan untuk tanam kembali. Akibat terendam banjir, petani harus kembali mengolah sawah sebelum kembali menanam padi. Naiknya permukaan air Rawa Onom, dipicu meluapnya Sungai Citapen, anak Sungai Citanduy. Selain itu juga bersamaan dengan turunnya hujan yang sejak Minggu petang hingga malam hari terus diguyur hujan. Air dari Sungai Citapen masuk ke Rawa Onom melalui saluran air yang belum lama diselesai diperbaiki. Hal itu disebabkan karena posisi permukaan air Rawa Onom lebih rendah dibandingkan permukaan air Sungai Citanduy. "Banjir datang mulai tadi pagi (Senin (26/1/2015). Air dari Sungai Citapen deras masuk ke rawa. Letak sawah juga lebih rendah dibandingkan permukaan iar rawa, hingga kena banjir lagi," ungkap Endang (46), petani di Bebedahan. Dia mengaku pesimis tanaman padinya dapat diselamatkan, karena banjir bisa berlangsung lebih dari empat hari. Endang mengungkapkan, paska banjir akhir desember 2014, sudah kembali menemam padi setelah sebelumnya tanaman hancur. (nurhandoko wiyoso/A-88)***