Arsip Berita

Error message

Notice: Undefined index: tanggal_string in arsip_berita_view->ShowDetailBerita() (line 53 of /usr/home/www/caleg.kabarkita.org/view/arsip-berita-view.php).

Home Arsip Berita

Judul Jalan Nasional di Cipadung Semakin Berbahaya Bagi Pengguna Jalan
URL http://www.pikiran-rakyat.com/node/313586
Tanggal
Body NURHANDOKO WIYOSO/"PRLM"JALAN nasional yang patah di wilayah Cipadung, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, kondisinya semakin memerihatinkan. Saat ini Jalan Moh. Isa yang berada tidak jauh dari perbatasan antara Provinsi Jawa Barat dengan Jawa Tengah tersebut semakin curam akibat amblesnya badan jalan.* BANJAR,(PRLM).- Kondisi jalan nasional yang patah di wilayah Cipadung, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar semakin membahayakan pengguna jalan. Semakin curamnya badan jalan yang berada tidak jauh dari wilayah perbatasan antara Provinsi Jawa Barat dengan Jawa Tengah disebabkan karena makin aktifnya pergerakan tanah. Pantauan di jalan utama lintas Jalan Moh. Isa Kota Banjar, Minggu (25/1/2015) kondisi badan jalan dari arah timur semakin curam dan bergelombang hingga mencapai 300 meter. Dari arah timur berupa tanjakan. Kondisi tersebut berbahaya bagi pengguna jalan, khususnya pengemudi yang belum pernah melintas jalur tersebut. Hal itu disebabkan karena umumnya kendaraan dari arah barat melaju kencang, dan mendadak harus menurunkan kecepatan, karena menurun tajam dan bergelombang. Pada bagian sisi selatan, tebing pengaman badan jalan sudah patah, dan agak miring, serta mulai terdapat retakan halus karena merosotnya lapisan aspal. Sementara itu kondisi saluran air yang ada disisi utara bandan jalan juga rusak akibat amblesnya tanah. Kepala Dinas Perhubungan Kota Banjar Eddy Nurjaman mengatakan, amblesnya badan jalan yang dipicu adanya patahan tanah dibagian bawah jalan. Kondisi tersebut juga sudah dilaporkan kepada pemerintah pusat. Hal itu berkenaan dengan status Jalan Moh. Isa adalah jalan nasional. "Kami sudah melaporkan keadaan jalan itu ke pusat. Kondisinya memasng semakin mengkhawatrikan, terutama bagi kendaraan yang melaju dari arah barat, karena berupa turunan patah dan bergelombang," tuturnya. Untuk mengingatkan pengguna jalan, pihaknya juga telah memasang lampu peringatan sebelum memasuki wilayah jalan ambles. pemasangan lampu kedip dimaksudkan agar pengemudi memerlambat laju kendaraan. "Pengemudi yang biasa melintas, pasti akan memerlambat laju kendaraan. Akan tetapi yang belum pernah, kadang tetap melaju kencang. kendaraan pasti oleng," ujar Eddy. Hal serupa juga dikemukakan KBO Satuan Polisi lalu Lintas Polresta Banjar Erlan. Dia juga mengaku kondisi Jalan Moh Isa Cipadung kondisinya berbahaya bagi pengguna jalan, khususnya pengemudi yang tidak hafal dengan medan. Selain amblesnya badan jalan, diikuti dengan semakin curamnya turunan. "Sebelumnya turunan curam hanya disekitar lokasi patah, akan tetapi saat ini semakin memanjang. Kondisi aspal memang masih cukup bagus, akan tetapi badan jalan bergelombang," katanya. Terpisah Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Banjar Edi Jatmiko juga menilai kondisi jalan Moh. Isa yang semakin ambles. Amblesnya badan jalan disebabkan karena adanya patahan yang disebabkan karena tingginya pergerakan di bawah tanah. "Kondisi tanah di wilayah tersebut labil, terlebih saat musikm hujan seperti sekarang ini, pergerakan tanah semakin aktif. Kami juga sudah melaporkan hal itu kepada pemerintah pusat, sesuai dengan statsus jalan nasiional," tuturnya. Dia menambahkan di lokasi yang ambles tersebut sudah beberapa kali dilakukan pelaisan aspal baru, untuk mengurangi tingkat kecurman badan jalan. Akan tetapi hal itu tidak dapat bertahan lama, karena kembali badan jalan kembali ambles. "Sudah berulang kali dilapis aspal, akan tetapi tetap saja kembali ke posisi semua, ambles lagi. Apalagi jalan terseut juga banyak dilewati kendaraan dengan tonase yang sangat berat," katanya. Edi Jatmiko mengungkapkan hasil pengujian yang dilakukan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral juga menyebutkan bahwa lokasi di kawasan terseut rawan terjadi pergerakan tanah. Pergerakan tanah juga mengakibatkan beberapa rumah di wilayah Cipadung rusak , hingga harus direlokasi.(nurhandoko wiyoso/A-89)***