Arsip Berita

Error message

Notice: Undefined index: tanggal_string in arsip_berita_view->ShowDetailBerita() (line 53 of /usr/home/www/caleg.kabarkita.org/view/arsip-berita-view.php).

Home Arsip Berita

Judul Selama 2014, di Subang Ada 31.787 Orang Terkena Diare dan DBD
URL http://www.pikiran-rakyat.com/node/314156
Tanggal
Body SUBANG, (PRLM).-Selama tahun 2014 dua jenis penyakit yang paling menonjol menyerang warga akibat masalah sanitasi atau penyakit berbasis lingkungan, yaitu Diare dan DBD. Kedua jenis penyakit itu tercatat menyerang sebanyak 31.787 orang, dan delapan orang diantaranya meninggal dunia. Mengenai hal tersebut dibenarkan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2P & PL), Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, dr. Maxi, S.H, MH.Kes, Kamis (29/1/2015). Dia mengatakan warga Subang yang sakit akibat masalah sanitasi, seperti diare dan DBD selama tahun 2014 tercatat sebanyak 31.787 orang. Dari jumlah tersebut perinciannya meliputi demam berdarah sebanyak 1.100 kasus dan delapan orang di antaranya meninggal dunia. Sedangkan penderita diare selama tahun 2014 tercatat sebanyak 30.687 orang. Dia mengatakan hingga saat ini warga yang belum bisa mengakses jamban sehat di Kabupaten Subang masih cukup banyak yaitu sebanyak 354.823 jiwa, dari total jumlah penduduk 1.522.193 jiwa. "Akses sanitasi warga di Kabupaten Subang saat ini baru mencapai 76,79 persen," katanya. Mengenai anggaran yang dialokasikan, lanjut Maxi untuk sanitasi khusus di Dinas Kesahatan tahun ini Rp 530 juta. Apabila dibandingkan dengan nilai APBD, anggaran sanitasi yang ada di dinas kesehatan relatif kecil. Sebab anggaran di dinas kesehatan hanya untuk kegiatan non fisik. "Anggaran sanitasi yang besar untuk pembangunan fisik, adanya di dinas tata ruang, pemukiman dan kebersihan," katanya. Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, Budi Subiantoro, mengatakan hingga akhir 2014, dari 253 desa dan kelurahan yang ada di Kabupaten Subang tercatat 137 desa telah menyatakan 100 persen warganya terbebas dari ODF dan kini buang air besar di jamban sehat. Sisanya, sebanyak 126 desa lagi masih belum tuntas 100 persen. Namun demikian cakupan jamban sehat yang bisa diakses warga Subang saat ini telah mencapai 74 persen. "Kami tengah mengejar target bebas ODF sesuai target nasional yaitu tahun 2015. Sisanya desa yang belum tuntas 100 persen ODF akan dikebut selama tahun 2015, meski cukup berat kami akan terus berupaya. Masalah utama yang menjadi kendala yaitu merubah prilaku masyarakat, kenyataanya cukup susah dilakukan," katanya. Dikatakan Budi, bebas ODF merupakan satu dari lima pilar Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat, sesuai target harus tercapai paling lambat akhir tahun 2015. Hasil survai di Indonesia prilaku bebas buang air besar sembarangan masih tercatat 57 juta orang, dan menjadi penyumbang terbesar munculnya penyakit diare yang menyebabkan kematian pada bayi sebesar 42 persen. "Jadi bebas ODF merupakan upaya menakan angka kematian bayi akibat diare," katanya. Sementara Bupati Subang, Ojang Sohandi mengapresiasi kegiatan deklarasi bebas ODF di Kecamatan Compreng. Namun pihaknya berharap tak hanya sekedar seremonial, tetapi harus benar-benar terwujud. Oleh karena itu meminta kadinkes agar terus melakukan evaluasi dan inspeksi mendadak ke desa-desa yang sudah mendeklarasikan sebagai desa bebas ODF beberapa waktu lalu. "Jangan-jangan, di desa-desa itu, kini, banyak warga yang kembali lagi pada kebiasaan lamanya. Ini harus dipantau lagi, utamanya desa-desa yang sudah mendeklarasikan bebas ODF," ujarnya.(Yusuf Adji/A-89)***