Arsip Berita

Error message

Notice: Undefined index: tanggal_string in arsip_berita_view->ShowDetailBerita() (line 53 of /usr/home/www/caleg.kabarkita.org/view/arsip-berita-view.php).

Home Arsip Berita

Judul 2015, Anggaran Sanitasi Cianjur Direncanakan Masuk ke ADD
URL http://www.pikiran-rakyat.com/node/314188
Tanggal
Body CIANJUR, (PRLM).-Pada 2015, anggaran pembangunan desa akan diserahkan langsung kepada desa untuk dikelola secara mandiri. Hal ini dikatakan Bupati Cianjur, Tjetjep Muchtar Saleh menanggapi masih banyaknya kebutuhan jamban untuk 32 kecamatan di Kabupaten Cianjur, yakni 39.895 jamban. "Sanitasi itu kan termasuk salah satu pembangunan desa. Jadi dengan dana bantuan desa yang ada dikembalikan lagi ke masyarakat kebutuhannya apa," kata Tjetjep ditemui usai melantik pengurus Asosiasi Rukung Warga dan Tetangga Indonesia Kabupaten Cianjur di Gedung Korpri, Jalan Raya Cianjur-Bandung, Kamis (29/1/2015). Menurut Tjetjep, dengan anggaran desa Rp 1 Milyar yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat, aparat desa bisa mengelola kebutuhan penting yang diperlukan desanya. Adapun mengenai kebiasaan masyarakat, yang masih abai pada perilaku bersih dan sehat ia menuturkan itu menjadi tugas bersama bagi seluruh pihak untuk bersama-sama merubah perilaku. "Bantuan per RT pun kan sudah kami berikan Rp 10 juta per tahun, saya kira dengan mengalokasikan Rp 6 juta saha sudah bisa membangun MCK bersama. Tinggal dikembalikan lagi saja ke kebutuhan masyarakat," ucapnya. Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa Kabupaten Cianjur, Budi Rahayu membenarkan jika selama ini masyarakat di desa belum memikirkan pentingnya gaya hidup sehat. Untuk itu, tak mengherankan jika akses dan fasilitas kesehatan belum menjadi prioritas mereka. "Pantauan kami, setiap ada bantuan mereka prioritaskan untuk akses ekonomi seperti modal usaha atau akses jalan," kata Budi. Masyarakat pun merasa, untuk masalah sanitasi, sudah ada Dinas terkait seperti Dinas Tata Ruang dan Pemukiman dan Dinas Kesehatan yang fokus mengurusi masalah tersebut. Kendati begitu, dengan adanya data 39.895 kebutuhan jamban di Cianjur, bantuan desa yang nanti turun bisa disosialisasikan untuk kebutuhan sanitasi yang baik ini. "Karena kunci kesehatan ya di sanitasi. Makanya ke depan kami coba membina desa dengan meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia melalui perbaikan sanitasi," ucapnya. Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Cianjur, Agus Haris menuturkan jika kesadaran masyarakat dalam kesehatan lingkungan termasuk sanitasi memang masih minim. Berdasarkan data yang dimiliki pihaknya, di Kabupaten Cianjur belum ada satu pun desa yang 100 persen memiliki syarat kebersihan. "Baru dua desa di Kecamatan Sukaresmi. Itu pun capaian syarat kebersihannya baru 84 persen," kata Agus. Ia menuturkan lima indikator syarat kebersihan adalah bebas buang air besar sembaranga, cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air bersih, pengelolaan air limbah, dan pengelolaan sampah. Agus menuturkan, selama ini kesadaran masyarakat terhadap sehatnya sanitasi pun masih sangat minim. Tingkat kesejahteraan dan ekonomi menjadi faktor terhadap kesadaran tersebut. Ia pun mengaku merubah prilaku masyarakat yang sudah terbiasa dengan gaya hidup yang kurang sehat cukup sulit. "Penyakit yang mengintai terutama Diare. Di daerah yang sanitasinya rawan seperti Cidaun misalnya diarenya cukup tinggi. Di tahun 2014 saja ada 5.430 kasus," ucapnya. (Muhammad Irfan/A-89)