Arsip Berita

Error message

Notice: Undefined index: tanggal_string in arsip_berita_view->ShowDetailBerita() (line 53 of /usr/home/www/caleg.kabarkita.org/view/arsip-berita-view.php).

Home Arsip Berita

Judul Enam Desa akan Hilang Tergenang Waduk Jatigede
URL http://www.pikiran-rakyat.com/node/314192
Tanggal
Body ADANG JUKARDI/"PRLM"LOKASI daerah genangan Waduk Jatigede di Kec. Jatigede, dilihat dari ketinggian, beberapa waktu lalu. Imbas akan digenanginya Waduk Jatigede, enam desa di wilayah Kec. Darmaraja, Jatigede, dan Wado akan terhapus atau hilang. Jabatan kadesnya pun otomatis akan berhenti ketika waduk itu jadi digenangi Juli 2015.* SUMEDANG, (PRLM).- Sebanyak enam desa akan terhapus ketika Waduk Jatigede jadi digenangi. Keenam desa itu adalah Desa Leuwihideung, Cipaku, Jatibungur, dan Cibogo di Kec. Darmaraja, Desa Sukakersa di Kec. Jatigede dan Desa Padajaya di Kec. Wado. “Sebetulnya jumlah desa yang ada di daerah genangan Waduk Jatigede sebanyak 26 desa, tapi yang akan terhapus enam desa,” kata Kepala Badan Permberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Kab. Sumedang, Endi Ruslan ketika ditemui di kantornya, Kamis (29/1/2015). Menurut dia, dari keenam desa itu, dua desa yakni Leuwihideung dan Cipaku akan terhapus atau hilang karena semua wilayahnya akan tergenang. Sementara empat desa sisanya, akan digabung dengan desa lainnya yang terdekat karena masih ada beberapa hektare lahan yang tidak tergenang. Penggabungan desa tersebut, karena desa yang sebagian wilayahnya tergenang dinilai tidak memenuhi lagi persyaratan pembentukan desa, yakni jumlah penduduknya minimal 6.000 orang dan 1.200 KK (kepala keluarga). “Akan tetapi, baik desa yang akan hilang maupun desa yang digabung, semua penduduknya pasti dipindahkan,” kata Endi. Untuk lokasi pemindahan penduduknya, lanjut dia, kemungkinan besar tergantung keinginan warganya masing-masing. Hal itu, menyusul pemerintah pusat akan menyelesaikan dampak sosial pembangunan Waduk Jatigede dengan memberikan uang kompensasi dan uang karahiman. Sementara tugas pemerintah daerah, membantu memfasilitasi pemindahannya termasuk mendata administrasi kependudukannya, seperti pembuatan KTP dan KK (kartu keluarga) baru. “Karena dampak sosialnya akan diganti dengan uang, sehingga lokasi pemindahannya tergantung keinginan warganya sendiri. Bisa saja mereka pindah ke wilayah Kec. Conggeang dan Ujungjaya yang akan menjadi tempat relokasi warga terkena dampak,” tuturnya. Lebih jauh Endi menjelaskan, pemindahan penduduk yang wilayahnya akan tergenang Waduk Jatigede, akan dilakukan setelah mereka mendapatkan uang kompensasi dan uang kerahiman. Setelah mereka pindah dan daerah genangannya dikosongkan, baru lah Waduk Jatigede akan digenangi. Projek terlama di dunia yang menelan waktu hingga 30 tahun itu, sedianya akan digenangi Juli 2015 nanti. “Jadi, pemindahan penduduk di enam desa itu setelah dampak sosialnya diselesaikan,” ucapnya. Ia menambahkan, konsekuensi logis terhapusnya keenam desa itu, jabatan para kepala desa-nya pun akan berhenti karena tidak memiliki wilayah lagi. Meski demikian, Pemkab Sumedang tetap akan memberikan tunjangan jabatannya sampai masa jabatannya habis 2018 nanti. (Adang Jukardi/A-88)***