Arsip Berita

Error message

Notice: Undefined index: tanggal_string in arsip_berita_view->ShowDetailBerita() (line 53 of /usr/home/www/caleg.kabarkita.org/view/arsip-berita-view.php).

Home Arsip Berita

Judul Calon Haji Cianjur Terpangkas 300 Orang
URL http://www.pikiran-rakyat.com/node/313172
Tanggal
Body CIANJUR, (PRLM).- Kuota keberangkatan jamaah haji untuk Kabupaten Cianjur pada tahun 2015 ini diperkirakan akan berkurang. Hal tersebut terjadi karena adanya rencana perubahan penghitungan kuota haji kabupaten/kota Jawa Barat berdasarkan jumlah daftar tunggu calon jemaah haji yang menyamaratakan jadwal tunggu di kabupaten/kota Jawa Barat menjadi 12,1 tahun. Untuk diketahui, setiap tahunnya, Kabupaten Cianjur mengirimkan sekitar 1.100 calon jemaah haji. "Dengan adanya wacana ini, ya ada kemungkinan kuota Cianjur pun terpangkas sekitar 300-an jemaah. Paling kuotanya jadi 800-an saja," kata Abdul Rauf, Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umroh, Kementrian Agama Kabupaten Cianjur di kantornya, Rabu (21/1/2015). Rauf menuturkan, dengan adanya wacana tersebut, tentu membuat calon jemaah haji asal Cianjur harus menunggu lebih lama untuk bisa berangkat ke tanah suci. Soalnya, sebelum muncul wacana pemerataan daftar tunggu menjadi 12,1 tahun, daftar tunggu di Cianjur hanya berkisar antara delapan sampai sembilan tahun, dengan kuota normal yakni 1.100 jemaah setiap tahunnya. Adapun setiap harinya, ada 15 sampai 20 pendaftar haji yang datang ke Kemenag Cianjur. "Ya tapi ini kan masih perlu rapat lagi. Sekarang tinggal bagaimana kami mensosialisasikan ini kepada calon jemaah," katanya seraya menuturkan, memberi pemahaman kepada masyarakat tentang pemerataan daftar tunggu memang cukup sulit. "Misalnya di jadwal sebelumnya mereka berangkat dua tahun lagi, terus dengan aturan ini jadi semakin mundur jadwalnya, ya resiko kami sebagai pelayan untuk memberi pemahaman pada mereka," tambahnya. Kendati menyerahkan seluruhnya pada regulasi, Rauf menuturkan pada rapat Kemenag yang akan dilaksanakan pada Februari nanti, pihaknya tetap akan mempertahankan kuota sebelumnya. Ia menilai hal yang sama juga akan dilakukan oleh Kabupaten Kota yang daftar tunggunya menjadi lebih lama karena kemunculan wacana itu. "Masukan kan wajar. Kami juga mengerti wacana ini muncul karena mempertimbangkan asas keadilan dan kalau sudah final kami pun mengikuti, tapi kami juga punya jemaah kan. Makanya kalau bisa kuotanya tetap," ucapnya. Pihaknya pun menyadari jika pemangkasan kuota dan penyeragaman daftar tunggu ini imbas dari pembenahan areal Masjidil Haram yang tengah dilakukan oleh Pemerintah Arab Saudi. Ia pun berharap, kuota akan kembali normal jika pembenahan tersebut sudah selesai. "Apapun kebijakan tentu dengan perhitungan. Setelah ada keputusan kami juga akan berkoordinasi dengan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji di Cianjur," ujarnya. Sementara itu, Ketua Forum KBIH Cianjur, Aang Almutaqin menuturkan kebijakan yang tengah digodog ini dinilai kurang bijaksana. Soalnya, dengan adanya kebijakan tersebut ada pihak-pihak yang dirugikan. "Saya enggak melihat asas keadilan, yang diuntungkan hanya sebagian pihak. Cianjur saja daftar tunggunya jadi lebih lama," kata Aang. Aang menilai kuota untuk Cianjur malah seharusnya ditambah mengingat usulan sebelumnya, kuota haji didapat dari 10 persen jumlah penduduk muslim di kabupaten tersebut. Sehingga, jika penduduk muslim di Cianjur ada 2 juta, paling tidak kuotanya mencapai 2.000 calhaj per tahun. "Alasan Masjidil Haram yang masih dibenahi pun menurut saya tidak masuk akal, karena di sana arealnya masih lega. Tahun ini saja jemaah umrah mulai padat. Jadi enggak ada alasan (pemangkasan kuota)," ucapnya. (Muhammad Irfan/A-147)***