Arsip Berita

Error message

Notice: Undefined index: tanggal_string in arsip_berita_view->ShowDetailBerita() (line 53 of /usr/home/www/caleg.kabarkita.org/view/arsip-berita-view.php).

Home Arsip Berita

Judul Mandi Bersama di Sungai Memicu Kusta
URL http://www.pikiran-rakyat.com/node/314187
Tanggal
Body YOGYAKARTA, (PRLM).- Mandi bersama di sungai menjadi ciri dan pemandangan khas warga di daerah tertentu. Cara demikian tidak masalah apabila air dalam jumlah banyak dan bersih, sebaliknya air sedikit dan cenderung kotor, maka mandiri bersama tidak disarankan karena bisa memicu penyakit kusta (kushtha) atau lepra (leprosy) atau penyakit kulit menular kronis yang disebabkan bakteri Mycobacterium leprae Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, 2012, penyebab tingginya penyakit kusta kebanyakan efek dari sanitasi buruk. Ini bisa dilihat dari berbagai daerah yang angka penderita kusta tinggi, terdapat di 14 provinsi, seperti Nanggroe Aceh Darussalam, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Maluku, Maluku Utara, Gorontalo, Papua, dan Papua Barat. Pakar kesehatan kulit Fakultas Kedokteran UGM, Prof. Hardyanto Soebono, Sp.KK (K) menyatakan terdapat 18.994 kasus kusta baru dengan prevalensi sebesar 7,76 per 100 ribu penduduk sejak 2012. Dari seluruh kasus tersebut, angka kecatatan tingkat kedua sebanyak 2.131 orang atau sebesar 0,87 per 100 ribu penduduk. Dalam pernyatannya di Yogyakarta, Kamis (29/1/2015), dia mencontohkan kasus sanitasi buruk di kawasan Jawa Timur. Kusta baru di provinsi tersebut sangat tinggi pada 2012, terdapat 4.807 kasus/orang penderita kusta baru. Indikasi penyebabnya sanitasi yang buruk. “Di sejumlah daerah, misalnya di Lamongan, Tuban, dan Gresik terdapat banyak sungai. Warga sekitar sungai memanfaatkan sungai untuk mandi bersama-sama dan keperluan lain. Yang menjadi masalah airnya tidak terlalu banyak dan kotor. Kondisi demikian menunjukkan ada masalah berkaitan sanitasi dan memicu tumbuhnya banyak kasus kusta baru,” ujar dia. Menurut dia penyakit kusta sangat mudah menular dengan cara sepele misalnya bersenggolan kulit antara penderita dengan orang lain, penderita memercikkan air ludah saat batuk atau bersin. Mengatasi penularan kusta, selain menjaga kebersihan warganya, menurut dia perbaikan sanitasi sangat vital. Contoh perbaikan sanitasi di kawasan bantaran kali, misalnya Sungai Code, Yogyakarta, sangat besar pengaruhnya untuk menurunkan angka penderita kusta. Pemerintah setempat melarang warga menggunakan sungai sebagai tempat mandi, cuci dan buang air kecil dan besar. Strateginya, setiap rumah di bantaran kali harus menghadap ke sungai, sehingga orang malu buang air besar dan kecil serta mandi di sungai setempat. Efek positifnya, angka kusta baru di Yogyakarta hanya mencapai 0,4 per 10 ribu penduduk. (A-84/A-88)***