Arsip Berita

Error message

Notice: Undefined index: tanggal_string in arsip_berita_view->ShowDetailBerita() (line 53 of /usr/home/www/caleg.kabarkita.org/view/arsip-berita-view.php).

Home Arsip Berita

Judul PT Pelindo II Akan Kembangkan Pelabuhan Cirebon
URL http://www.pikiran-rakyat.com/node/313665
Tanggal
Body BANDUNG, (PRLM).- PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II akan mengembangkan Pelabuhan Cirebon dan jalur Cibitung Bekasi Laut (CBL) mulai pertengahan tahun ini. Kedua sarana perhubungan laut itu diperkirakan dapat menggantikan Pelabuhan Cilamaya yang rencana pembangunannya terus menghadapi kendala dan terancam batal. Direktur Utama PT Pelindo II RJ Lino mengatakan, pelabuhan Cirebon akan dikembangkan untuk dapat sampai kedalaman -14 m LWS (low water spring/muka air laut surut terendah) agar dapat menampung kapal-kapal besar pengangkut kontainer serta kapal pesiar. "Sekarang ini masih -5 m LWS dan hanya bisa untuk bersandar kapal tongkang atau kapal kecil sejenis," katanya seusai mempresentasikan rencana tersebut kepada Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mizwar di Gedung Sate, Senin (26/1/2015). Lino menjelaskan, pihaknya juga akan mereklamasi lahan sekitar 50 hektar lahan baru untuk dermaga di Pelabuhan Cirebon. Namun pembangunan akan dilakukan dalam beberapa tahap dengan target rampung pada 2017. Untuk tahap pertama, proyek pengembangan pelabuhan tersebut diperkirakan memakan investasi sampai Rp 1,6 triliun. Dana itu digunakan untuk memperdalam alur dari -5 menjadi -10 m LWS serta memperdalam kolam dermaga dari -5 menjadi -14 m LWS. Menurut Lino, pihaknya juga kan mereklamasi lahan dermaga baru seluar 50 hektar atau dua kali lipat dari lahan dermaga yang ada saat ini. Dengan lahan tersebut, panjang dermaga baru nantinya akan mencapai 1 KM, sehingga bisa memuat sekitar 2 juta kontainer. "Namun itu kalau digunakan untuk kontainer saja. Pada prakteknya nanti tidak hanya digunakan untuk kontainer, tetapi untuk berbagai keperluan industri dan yang lainnya juga," katanya. Sementara terkait CBL, Lino menegaskan, pihaknya akan memanfaatkan kanal banjir yang menghubungkan Cibitung dengan Tanjung Priok. Kanal tersebut sudah ada namun selama ini hanya digunakan sesekali untuk mengontrol banjir. Padahal jika difungsikan untuk jalur perhubungan dari kawasan industri Bekasi ke Tanjung Priok, bisa mengurangi beban jalur darat dan lebih ekonomis untuk para pelaku industri yang ingin mengekspor barang mereka ke luar negeri. Menurut Lino, pihaknya akan membangun pelabuhan darat di Cibitung untuk bongkar muat kontainer yang berasal dari kawasan Jawa Barat dan Jawa Tengah. Dari situ, kontainer akan diangkut oleh kapal tongkang menuju pelabuhan Tanjung Priok melalui jalur CBL, untuk selanjutnya dikirimkan dengan kapal besar ke semua negara tujuan. Secara ekonomis, jalur itu bisa mengurangi waktu perjalanan kontainer jika dibandingkan jalur darat dengan kemacetannya. Soalnya, satu kapal tongkang saja bisa mengangkut sekitar 150 kontainer yang jika dibariskan menggunakan truk di jalan raya, panjangnya bisa mencapai tiga kilometer. Dari sisi kapasitas, kata Lino, kanal CBL yang saat ini memiliki lebar 50 meter dengan panjang 40 kilometer bisa menampung bobot sampai 5000 ton atau sekitar 10 juta kontainer. "Untuk kapasitas pelabuhan daratnya nanti kita sesuaikan dengan kebutuhan bongkar muat, begitu juga dengan kalanya yang bisa dilebarkan sampai 100 meter jika diperlukan," ujarnya. Lino menambahkan, pembangunan CBL dan pelabuhan darat di Cibitung ditargetkan rampung akhir 2016 dan memakan biaya sampai Rp 1 triliun. Jika proyek tersebut berhasil, bukan tidak mungkin jalur kanalnya akan diteruskan sampai Cikampek, bahkan Cirebon. Di beberapa titik, pelabuhan darat tambahan pun bisa dibangun sebagai titik bongkar muat kontainer yang akan diangkut ke Pelabuhan Tanjung Priok maupun Pelabuhan Cirebon jika sudah rampung pada 2017 nanti. Menanggapi rencana tersebut, Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mizwar mengatakan, pihaknya cukup terkesan dengan desain yang sudah dirancang PT Pelindo II. Terlebih Jawa Barat saat ini tengah kebingungan dengan cita-citanya memiliki pelabuhan internasional. "Kalau ini jadi, Pelabuhan Cilamaya batal dibangun pun tidak masalah. Arus transportasi industri Jawa Barat tetap mudah dan murah meski harus lewat Pelabuhan Tanjung Prio," tuturnya. Menurut Dedi, pengembangan pelabuhan Cirebon juga bisa mempercepat pertumbuhan kawasan paling timur Jawa Barat itu. Terlebih dengan adanya Bandara Internasional Jawa Barat dan dua jalur tol baru ke kawasan itu. Oleh karena itu Pemprov Jawa Barat sangat mendukung dan akan segera menyusun rencana kebijakan terkait pengembangan dua sarana transportasi laut tersebut. (Handri Handriansyah/A-147)***