Arsip Berita

Error message

Notice: Undefined index: tanggal_string in arsip_berita_view->ShowDetailBerita() (line 53 of /usr/home/www/caleg.kabarkita.org/view/arsip-berita-view.php).

Home Arsip Berita

Judul Harga Daging Ayam dan Telur Melambung
URL http://www.pikiran-rakyat.com/node/313559
Tanggal
Body ANI NUNUNG/"PRLM"DENI pedagang daging ayam di Pasar Pagi mengusir lalat dari dagangannya yang sepi, belum lama ini. Akibat kenaikan harga sepekan terakhir, pembeli daging ayam turun drastis. Berjangkitnya penyakit kok yang menyebabkan kematian ayam tinggi diduga menjadi penyebab kenaikan harga ayam.* CIREBON, (PRLM).- Harga daging ayam dan telur di sejumlah pasar tradisional di Kota Cirebon kembali melambung, setelah beberapa saat sempat turun. Harga daging ayam kembali melambung sampai Rp 33.000 per kg. Sedangkan harga telur ayam mencapai Rp 23.000 per kg. Kenaikan harga daging ayam dan telur diduga karena tingginya kematian ayam akibat penyakit kok. Menurut Ida, salah seorang pedagang ayam di Pasar Pagi, Kota Cirebon, sudah sepekan ini harga ayam bertahan di kisaran Rp 32 ribu hingga Rp 33 ribu per kg. Keterangan serupa juga diungkapkan Deni, pedagang ayam lainnya. "Harga daging ayam kembali naik, sepekan ini harga sampai Rp 33.000 per kg," katanya. Diakui Deni, beberapa waktu lalu, harga ayam memang sempat melambung sampai Rp 36.000 bahkan lebih. "Kemudian harga turun kembali, dan sepekan ini kembali naik," katanya. Akibat naiknya harga ayam, baik Ida maupun Deni mengaku pembelinya sampai menyusut, bahkan cenderung sepi. "Harga ayam Rp 30 ribu saja pelanggan sudah ogah membeli, apalagi sekarang naik lagi," kata Ida. Menurut Ida, saat harga ayam masih sekitar Rp 25 ribu per kg, dia bisa menjual lebih dari 50 kg per hari. Begitu harga naik Rp 29.000 sampai Rp 30.000, penjualan turun per hari 25 hingga 30 kg ayam. "Sekarang penjualan turun drastis. Sekarang ini bisa laku 15 kg saja sudah bersyukur," tukasnya. Menurut Ida, dari sejumlah pemasok daging ayam didapat informasi, naiknya harga karena penyakit kok yang saat ini tengah menggejala. "Katanya banyak ayam yang mati terserang kok. Jadi harga ayam naik," katanya. Kenaikan harga daging ayam diikuti juga oleh harga telur. Sekarang harga telur Rp 23 ribu per kg. Menurut Toha, penjual telur ayam di Pasar Pagi, Kota Cirebon, harga tersebut sudah termasuk murah. "Di pedagang lain mungkin bisa selisih Rp 500 sampai Rp 1.000 lebih mahal," katanya. Nunung pemilik warung kelontong di Kelurahan/Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, terpaksa menjual telurnya per butir. "Sekarang serba salah mau menghargai telur. Jadi sekarang saya tidak lagi menjual kiloan, tetapi per butir," katanya. (Ani Nunung/A-89)***