Arsip Berita

Error message

Notice: Undefined index: tanggal_string in arsip_berita_view->ShowDetailBerita() (line 53 of /usr/home/www/caleg.kabarkita.org/view/arsip-berita-view.php).

Home Arsip Berita

Judul 2014, BNI Bukukan Laba Rp 10,8 Triliun
URL http://www.pikiran-rakyat.com/node/314142
Tanggal
Body JAKARTA, (PRLM).-PT Bank Negara Indonesia (BNI) berhasil menyalurkan kredit cukup signifikan dari Rp 250,6 triliun pada tahun 2013 menjadi Rp 277,6 triliun atau meningkat 10,8 persen pada tahun 2014. Padahal, tahun 2014 merupakan tahun yang berat bagi sektor usaha karena terjadi berbagai tekanan seperti BI rate, inflasi dan tahun politik. "Walaupun tahun 2014 merupakan tahun sulit bagi sektor usaha, tetapi BNI masih tumbuh dua digit hingga 10,8 persen menjadi Rp 277,6 triliun," kata Dirut BNI Gatot M Suwondo saat paparan kinerja, di Jakarta, Kamis (29/1/2015). Dikatakan, untuk dana pihak ketiga (DPK), BNI tidak ikut dalam pertarungan mendapatkan dana mahal dan lebih fokus pada perolehan dana murah atau CASA hingga BNI berhasil membukukan DPK hingga 7,5 persen menjadi rep 313,9 triliun dari posisi tahun 2013 sebesar Rp 291,9 triliun. Dari total tersebut dana murah BNI sebesar 65 persen. "Di tengah persaingan ketat industri perbankan Indonesia dalam mendapatkan DPK, BNI tidak ikut dalam pertarungan untuk mendapatkan dana mahal dan kamio hanya fokus di dana murah," tegasnya. Untuk ekspansi kredit tahun 2014, komposisi kredit yang disalurkan 71 persen untuk bisnis banking yang umumnya disalurkan pada sektor produktif melalui 8 unggulan. Sedangkan 20 persen disalurkan untuk sektor Konsumer dan ritel terutama untuk KPR Griya serta 3,6 persen disalurkan di cabang cabang di luar negeri serya 5,4 persen disalurkan oleh anak perusahaan terutama BNI Syariah. Sementara untuk kredit bermasalah (NPL), Gatot mengatakan, NPL Gross turun dari 2,17 persen menjadi 1,96 persen, dan Net NPL turun dari 0,55 persen menjadi 0,39 persen. Untuk laba, pada tahun 2014 BNI berhasil membukukan laba sebesar Rp 10,8 triliun atau naik 19,1 persen dibanding periode yang sama tahun 2013 yang mencapai Rp 9,1 triliun. Kenaikan laba ini juga diikuti dengan kenaikan laba bersih per saham dari Rp 486 menjadi Rp 578. "Kenaikan laba bersih ini ditopang oleh kenaikan sumber pendapatan bunga bersih maupun pendapatan non bunga," tegasnya. Dipaparkan, pendapatan bunga bersih BNI tahun 2014 naik 17,4 persen dari Rp 19,1 triliun menjadi Rp 22,4 triliun. "Ini menunjukkan kualitas kinerja perkreditan BNI dan tetap menjaga net interest margin (NIM) di level 6,2 petsen, sebelumnya NIM tahun 2013 sebesar 6,1 persen," tegasnya. Sedangkan pendapatan non-bunga tahun 2014 juga naik 13,5 persen menjadi Rp 10,7 triliun yang didukung oleh kenaikan fee based income dari pengelolaan rekening, bisnis kartu, transaksi ATM, dan sumber pendapatan non-bunga lainnya. Sementara, untuk pertumbuhan aset yang berkualitas sehingga total aset BNI 2014 menjadi Rp 416,6 triliun atau tumbuh 7,7 persen dari total aset tahun 2013 sebesar Rp 386,7 triliun. (Satrio Widianto/A-89)***