Arsip Berita

Error message

Notice: Undefined index: tanggal_string in arsip_berita_view->ShowDetailBerita() (line 53 of /usr/home/www/caleg.kabarkita.org/view/arsip-berita-view.php).

Home Arsip Berita

Judul Menteri Agraria dan Tata Ruang Siap Dukung Program REI
URL http://www.pikiran-rakyat.com/node/314160
Tanggal
Body JAKARTA, (PRLM).-Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (BPN) Ferry Mursyidan Baldan siap mendukung program Real Estat Indonesia (REI) terkait usulan percepatan sertifikasi lahan perumahan dan kawasan permukiman. Sebab, hal ini salah satunya untuk mendorong program penyediaan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dengan menggulirkan program "sejuta rumah". "Kerjasama ini masih banyak yang bisa dilakukan," kata Ferry, seusai menandatangani nota kesepahaman dengan REI di Jakarta, Kamis (29/1/2015). Ferry menuturkan, penandatanganan nota kesepahaman itu merupakan penegasan keterwakilan negara terkait lahan tanah dan tata ruang. "Kami sepakat menandatangani nota kesepahaman percepatan sertifikasi tanah perumahan dan kawasan permukiman," ujarnya. Ferry menjelaskan, pemerintah melalui Kementerian Agraria dan Tata Ruang menjadi bagian dari tim program sejuta sertifikasi rumah. Namun, kata dia, REI harus menyiapkan segal sesuatunya dalam mendukung program tersebut. Tak lupa, pada kesempatan tersebut Ferry mengatakan akan membenahi dan menata perumahan kawasan kumuh dengan cara menyiapkan sarana untuk pindah sementara selama lahan yang ditempati diperbaiki pemerintah. Ferry juga menambahkan pihak akan berkoordinasi dengan Mahkamah Agung (MA) soal penyelesaian kasus sengketa lahan tanah. "Jika bisa proses sengketa lahan tidak sampai Peninjauan Kembali (PK) tapi cukup pada tingkat pengadilan pertama namun putusannya menyeluruh," ucap Ferry. Sementara itu, Ketua Umum REI Eddy Husni nota kesepahaman untuk mensinergiskan tugas, fungsi dan kewenangan pihak terkait dalam membangun perumahan. Eddy mengungkapkan Kementerian Agraria bertanggung jawab terhadap upaya percepatan sertifikasi lahan. Sedangkan REI memiliki kewajiban menginventalisir, identifikasi dan verifikasi lahan tanah yang dimohonkan hak atas tanah. Eddy menegaskan REI juga mendukung program penyediaan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dengan menggulirkan program "Sejuta Rumah". Eddy menjelaskan terdapat tiga poin untuk keberhasilan penyediaan hunian bagi MBR yakni sinkronisasi regulasi dan birokrasi yang terkendali. Serta upaya peningkatan daya beli kalangan MBR dan sinergisitas antara pemerintah dengan pihak swasta. "Pemerintahan diharapkan segera merealisasikan penyaluran kredit perumahan dengan memangkas suku bunga KPR-FLPP dari 7,25 persen menjadi 5 persen dengan masa kredit selama 30 tahun," ujarnya. Eddy juga mengusulkan pemerintah dapat mematok harga jual KPR-FLPP maksimal Rp200 juta per unit dengan penyesuaian harga jual rumah sejahtera tapak (RST) pada tahun berikutnya sebesar 5 persen. "Kebijakan lainnya REI mengusulkan mematok harga jual rusunami bersubsidi menjadi maksimal Rp10 juta meter persegi dengan harga jual berikutnya sebesar 5 persen ditambah inflasi tahun berjalan," tuturnya.(Miradin Syahbana Rizky/A-89)***