Arsip Berita

Error message

Notice: Undefined index: tanggal_string in arsip_berita_view->ShowDetailBerita() (line 53 of /usr/home/www/caleg.kabarkita.org/view/arsip-berita-view.php).

Home Arsip Berita

Judul DPR Tagih Bukti Janji Pemerintah 'Buy Back' Indosat
URL http://www.pikiran-rakyat.com/node/314295
Tanggal
Body JAKARTA, (PRLM).- DPR meminta, Pemerintah melalui Kementerian BUMN untuk merealisasikan janji (kampanye) Presiden Joko Widodo yang akan membeli kembali (buy back) saham PT Indosat. Pasalnya, lebih dari 60 persen saham PT Indosat dikuasai oleh asing. “Presiden jangan hanya janji. Ketika kampanye, gencar berorasi hendak 'buy back' Indosat. Kami menunggu aksi pemerintah, melalui Kementerian BUMN dan Kementerian Keuangan,” tegas anggota Komisi XI DPR Willgo Zainar, saat Rapat Kerja dengan Menteri Keuangan dan Menteri BUMN di Gedung DPR, Rabu (28/1/15) malam. Politisi F-Gerindra ini mengungkapkan, sudah saatnya Pemerintah membuktikan janjinya. Jika memang Pemerintah serius terhadap hal ini, maka seharusnya segera dieksekusi “Jika langkah buy back ini dapat dibuktikan, maka kita menjadi bangsa yang lebih terhormat. (Langkah ini) pasti akan didukung seluruh fraksi,” imbuhnya. Dalam kesempatan rapat kerja ini, dibahas usulan pemberian dana Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 72 triliun untuk perusahaan milik negara pada APBN-P 2015. Setidaknya dana sebesar Rp 48,01 dikucurkan kepada 35 BUMN. Menanggapi PMN yang diusulkan kepada sejumlah BUMN tersebut, Willgo tidak mempermasalahkannya. Namun, dana tersebut harus diberi kepada perusahaan yang benar-benar membutuhkan, dan memang memiliki rencana bisnis yang baik. “Penambahan modal untuk perusahaan oke saja. Tetapi jangan pernah ada lagi kebijakan menjual BUMN seperti yang pernah terjadi pada Indosat," tegas politisi asal Dapil Nusa Tenggara Barat ini. Sebagaimana diketahui, saat ini Indosat dikuasai perusahaan asal Qatar, Ooredoo Asia Pte Ltd, dengan kepemilikan saham sebesar 65 persen, pemerintah Republik Indonesia 14,29 persen, perusahaan Amerika Serikat Skagen sebesar 5,42 persen, selebihnya 15,29 persen dimiliki publik. (Sjafri Ali/A-88)***