Arsip Berita

Error message

Notice: Undefined index: tanggal_string in arsip_berita_view->ShowDetailBerita() (line 53 of /usr/home/www/caleg.kabarkita.org/view/arsip-berita-view.php).

Home Arsip Berita

Judul Tidak Ada Peningkatan Kasus DBD di Kota Bandung
URL http://www.pikiran-rakyat.com/node/314052
Tanggal
Body BANDUNG, (PRLM).- Sampai saat ini di Kota Bandung, tidak terjadi peningkatan kasus demam berdarah dengue. Meski demikian, kewaspadaan tetap diperlukan karena seluruh wilayah Kota Bandung, termasuk endemis DBD. "Jumlah kasus DBD yang sudah terlaporkan pada bulan Januari 2015, sebanyak 63 kasus," ungkap Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kota Bandung, H Yorisa Sativa di Bandung, Rabu (28/1/2015). Semua wilayah Kota Bandung, kata Yorisa termasuk endemis DBD. Setiap tahunnya ditemukan kasus DBD di semua kecamatan. "Ada 30 kecamatan di Kota Bandung. Jadi meski tidak terjadi peningkatan kasus, kewaspadaan tetap diperlukan," tuturnya. Apalagi saat ini, menurut Yorisa, Kota Bandung berada pada musim penghujan. Biasanya banyak terdapat genangan air. Tempat seperti itu dapat dijadikan nyamuk sebagai tempat berkembangbiak atau perindukan nyamuk. "Populasi nyamuk menjadi meningkat. Ini menjadi ancaman terjadinya kasus dbd meningkat. Penyakit DBD disebabkan infeksi virus dengue, ditularkan nyamuk aedes aegypti. Penyebab sosial juga menjadi salah satu faktor penyebab DBD," katanya. Dikatakan Yorisa yang termasuk penyebab sosial adalah rendahnya perilaku hidup bersih dan sehat. Kesadaran masyarakat untuk memberantas sarang nyamuk juga belum begitu baik. Masyarakat masih mengandalkan fogging atau penyemprotan. "Fogging efektif untuk kasus-kasus tertentu. Tujuan fogging untuk penanggulangan kasus DBD di lapangan. Gunanya untuk mencegah penularan dari satu orang ke orang lain yang sehat," paparnya. Terkait Juru Pemantau Jentik, Yorisa menuturkan masih ada dan masih melakukan pemantauan jentik. Pemantauan jentik dilaksanakan sebulan sekali. Hasil pemantauan jentik periode 2014 diketahui angka bebas jentik mencapai 93,50%. "Artinya dari semua rumah yang diperiksa jentik, sebanyak 93,50%, tidak ditemukan jentik atau bebas jentik. Walau angka angka bebas jentik cukup bagus, tetap harus selalu waspada terhadap kasus DBD karena penyakit ini dapat terjadi kapan saja sepanjang tahun," sarannya. Ada beberapa cara dalam mencegah penyakit DBD. Pertama melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk DBD dengan 3M Plus. Seperti menguras dan menyikat bak mandi minimal satu kali seminggu, menutup rapat tempat penampungan air, dan mengubur barang bekas yang dapat menampung air. "Plusnya mengganti air vas bunga dan tempat minum burung seminggu sekali. Memperbaiki saluran air yang mampat atau rusak, menutup lubang pohon dan bambu. Memelihara ikan pemakan jentik, memasang kasa/kawat rumah," katanya. Selain itu, Yorisa menyarankan tidak membiasakan menggantung pakaian dalam rumah. Cara kedua meningkatkan PHBS, ketiga melaksanakan larvasida selektif pada tempat tertentu yang sulit dibersihkan setiap minggu. "Caranya dengan menaburkan larvasida untuk bunuh jentik nyamuk. Peningkatan pengetahuan masyarakat tentang DBD melalui penyuluhan langsung atau melalui media leaflet, brosur," ungkapnya. (Yeni Ratnadewi/A-89) ***