Arsip Berita

Error message

Notice: Undefined index: tanggal_string in arsip_berita_view->ShowDetailBerita() (line 53 of /usr/home/www/caleg.kabarkita.org/view/arsip-berita-view.php).

Home Arsip Berita

Judul Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Penyakit Difteri
URL http://www.pikiran-rakyat.com/node/313815
Tanggal
Body SOREANG, (PRLM).- Masyarakat Kabupaten Bandung perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit difteri. Soalnya, penyakit yang menyerang tenggorokan ini telah menjangkiti lima warga asal Kabupaten Bandung. Bahkan, seorang di antaranya meninggal dunia. Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, Riantini mengungkapkan, kasus tersebut terjadi pada November 2014. Korban meninggal yaitu Gina Nadia (11), warga Desa Biru, Kecamatan Majalaya. Sementara, empat warga lainnya yang terserang penyakit tersebut yaitu Frita Fransiska (7), warga Cimenyan, Rofikoh (37), warga Desa Jatiendah, Majalaya, Sajwa (3), warga Desa Cicalengkawetan, Cicalengka, dan Muji Hartanto (28), warga Cinunuk, Cileunyi. “Dua di antara yang terserang difteri tersebut adalah paramedis. Ini membuktikan bahwa penyakit ini bisa menyerang anak-anak dan dewasa jika tidak diantisipasi dengan imunisasi dan alat pelindung diri,” kata Riantini di Soreang, Rabu (27/1/2015). Riantini menuturkan, semua korban terserang difteri dari penderita karier yang berasal dari luar Kabupaten Bandung. Dua paramedis di antaranya terserang difteri saat menangani pasien di RSHS Kota Bandung. Sementara korban lainnya, terserang difteri dari penderita karier saat tinggal di luar daerah. Korban yang meninggal, menurut Riantini, disebabkan terlambatnya penanganan medis. Hal itu terjadi karena pasien terlambat memeriksakan dirinya ke puskesmas ataupun rumah sakit setempat. “Sementara empat penderita lainnya kini sudah sembuh dengan penanganan medis menggunakan antidifteri serum. Kami mengimbau agar warga yang sudah melihat gejala-gejala difteri untuk segera memeriksakan diri ke tempat pelayanan kesehatan terdekat,” tuturnya. Kasus difteri, lanjut Riantini, kembali terjadi menjelang akhir tahun lalu setelah terakhir terjadi pada 2010. Namun, dia mengakui, jumlah korban kali ini lebih banyak dibandingkan dengan kasus sebelumnya. Oleh karena itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung menyatakan kasus itu sebagai kejadian luar biasa (KLB). Riantini mengungkapkan, penyakit difteri tidak bisa dianggap remeh karena bisa menular melalui pernapasan dari penderitanya. Oleh karena itu, warga harus melindungi dengan alat pelindung, di antaranya berupa masker. “Hal itu bisa dilihat dari paramedis yang juga terserang difteri saat menangani pasien difteri. Mereka lupa tidak memakai alat pelindung diri saat menangani pasien, sehingga tertular penyakit tersebut,” kata Riantini. Penyakit difteri, menurut Riantini, sebenarnya bisa dicegah dengan imunisasi. Korban yang sudah terdeteksi sejak dini terjangkit penyakit ini pun bisa disembuhkan dengan pengobatan intensif. Untuk mengantisipasi mewabahnya difteri, Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung pun memberikan imunisasi difteri bagi warganya mulai dari usia 12 bulan. “Selain itu, kami juga memberikan imunisasi kepada anak-anak sekolah. Ini bagian dari upaya kami untuk mencegah mewabahnya penyakit difteri,” tuturnya. (Cecep Wijaya/A-147)***