Arsip Berita

Error message

Notice: Undefined index: tanggal_string in arsip_berita_view->ShowDetailBerita() (line 53 of /usr/home/www/caleg.kabarkita.org/view/arsip-berita-view.php).

Home Arsip Berita

Judul Tersangka Baru Kasus Korupsi SMA 22 Segera Ditetapkan
URL http://www.pikiran-rakyat.com/node/314285
Tanggal
Body BANDUNG, (PRLM).- Kasus korupsi pergantian lahan tanah SMA 22 Kota Bandung yang sudah berbulan-bulan disidik Kejari Bandung belum juga dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Bandung. Padahal tersangka dalam kasus ini yakni seorang pejabat Pemkot Bandung sudah ditahan sebulan lebih. Jadi terkesan kasus ini jalan di tempat. Namun saat dikonfirmasi keKepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandung, Dwi Hartanta membantah kasus ini berjalan lambat. Bahkan menurut Dwi, pihaknya tak menutup kemungkinan akan segera menetapkan tersangka baru. "Kasusnya masih berjalan. Kemungkinan akan ‎​ada tersangka baru," ujarnya saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (30/1/2015). Dalam kesempatan itu Dwi menjelaskan bahwa perjalanan proses penyidikan hingga saat ini sudah sampai kisaran 85 persen. Penyidik masih mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi untuk memperkuat bahan dakwaan. "Kita juga mintai keterangan dari saksi ahli. Berkasnya sudah 85 persen," tuturnya. Ditanya kapan proses pelimpahan ke pengadilan dilakukan, Dwi berharap bulan Februari mendatang hal itu sudah bisa terlaksana. Saat ini, penyidik masih terus berupaya keras melengkapi berkas. "Harapan saya sih Februari sudah bisa dilimpahkan ke pengadilan untuk disidangkan. Paling lambat akhir Februari lah," kata Dwi. Untuk penahanan terhadap terdakwa Didi Rismunadi, Dwi mengakui yang bersangkutan sudah diperpanjang masa penahannya. Setelah ditahan 20 hari, Didi diperpanjang penahanan untuk 30 hari ke depan. "Memang sudah diperpanjang. Yang pertama 'kan 20 hari. Sudah diperpanjang 30 hari sampai 19 Februari mendatang," kata Dwi. Seperti diketahui, Kejari Bandung tengah menyelidiki kasus dugaan korupsi pembebasan lahan untuk pembangunan SMAN 22 Bandung. Sejauh ini Kejari sudah menetapkan seorang tersangka, yaitu DR. Tersangka sudah ditahan di Rutan Kebonwaru sejak Senin 22 Desember 2014. Nilai kerugian negara dalam kasus tersebut diperkirakan mencapai Rp 7,5 miliar. Saat kasus itu terjadi di tahun 2013, DR sendiri menjabatsebagai salah satu Kabid di DPKAD Kota Bandung. Peran tersangka ini yaitu mengurusi administrasi dan menandatangani surat pencairan‎ anggaran proyek. Dalam menyidik kasus itu, Kejari Bandung sudah memanggil sejumlah saksi. Beberapa di antaranya, ekda Kota Bandung Yossi Irianto dan salah seorang pengacara. Kemudian beberapa Kepala Bidang di DPKAD Kota Bandung, Kabag Hukum Pemkot Bandung Adin Mukhtarudin dan beberapa pihak ahli waris. (Yedi supriadi/A-89)***