Arsip Berita

Error message

Notice: Undefined index: tanggal_string in arsip_berita_view->ShowDetailBerita() (line 53 of /usr/home/www/caleg.kabarkita.org/view/arsip-berita-view.php).

Home Arsip Berita

Judul Peredaran Apel Impor Asal AS Ditarik
URL http://www.pikiran-rakyat.com/node/314267
Tanggal
Body USEP USMAN NASRULLOH/"PRLM"PEDAGANG kaki lima (PKL) melayani konsumen yang membeli apel impor dekat Pasar Soreang, Jln. Soreang-Banjaran, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Jumat (30/1/2015). Pedagang masih menjual apel impor asal Amerika Serikat, padahal saat ini santer merebaknya wabah bakteri "Listeria monocytogenes" yang berbahaya pada apel impor asal negeri Paman Sam tersebut.* SOREANG, (PRLM).- Peredaran apel impor jenis Granny Smith dan Gala yang mengandung bakteri mematikan di tingkat pedagang kaki lima sulit dikendalikan. Pemerintah Kabupaten Bandung pun hanya bisa memberikan imbauan kepada para pedagang tersebut untuk tidak menjual apel dari Amerika Serikat tersebut. “Kalau untuk peredaran di pasar swalayan, kami sudah melakukan penarikan dan tidak ada masalah. Kami juga sudah buat surat edarannya. Namun, untuk peredaran di PKL memang susah kalau harus langsung dilarang,” kata Bupati Bandung Dadang Naser di Soreang, Jumat (30/1/2015). Seperti diketahui, apel yang mengandung bakteri Listeria monocytogenes tersebut telah merenggut korban jiwa di negara asalnya, yakni Amerika Serikat. Selain itu, apel tersebut juga telah menyebabkan puluhan korban lainnya menderita penyakit demam tinggi. Jika apel tersebut dikonsumsi orang dewasa, bakteri yang terkandung di dalamnya akan menyebabkan gejala mual, flu, pegal serta diare. Bakteri ini bagi ibu hamil lebih berbahaya karena menyerang janin. Kondisi itu bisa menyebabkan keguguran, bayi terlahir meninggal ataupun terlahir dengan radang selaput otak. Penjualan apel hijau di tingkat PKL, menurut Dadang, tak bisa dilarang begitu saja lantaran akan berdampak pada aktivitas perekonomian mereka. Apalagi, pemberitaan di media massa mengenai apel berbakteri tersebut sudah cukup menurunkan omset para pedagang. Meski demikian, Dadang tetap mengimbau agar para PKL tidak menjual apel tersebut. Sebaliknya, dia mendorong agar para pedagang menjual buah lokal. “Apalagi, buah lokal tidak kalah kualitasnya dibandingkan dengan buah impor, seperti buah naga, jeruk, dan hambu kristal. Selain itu, banyak mengandung vitamin,” katanya. Kasus apel impor yang mengandung bakteri tersebut, menurut Dadang, bisa jadi momentum untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap buah lokal. Oleh karena itu, menurut dia, peredaran buah lokal juga harus didukung dengan perubahan pola hidup masyarakat. “Jangan gengsi mengonsumsi buah lokal karena daerah kita juga kaya akan buah-buahan yang berkualitas,” ujarnya. (Cecep Wijaya/A-89)