Arsip Berita

Error message

Notice: Undefined index: tanggal_string in arsip_berita_view->ShowDetailBerita() (line 53 of /usr/home/www/caleg.kabarkita.org/view/arsip-berita-view.php).

Home Arsip Berita

Judul Kuningan Buka Kebun Raya untuk Publik
URL http://www.pikiran-rakyat.com/node/312972
Tanggal
Body NURYAMAN/"PRLM"KEPALA Unit Pelaksana Teknis Dinas Kebun Raya Kuningan Maryoto, mengamati perkembangan tumbuh aneka jenis kaktus pada area taman kaktus di kawasan kebun raya tersebut, Selasa (20/1/2015). Kebun Raya Kuningan yang berlokasi di sekitar Desa Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan itu, direncanakan tahun ini akan dibuka resmi sebagai objek kunjungan masyarakat umum.* KUNINGAN, (PRLM).- Kebun Raya Kuningan disingkat KRK sebagai salah satu dari 21 kebun raya daerah di Indonesia, direncanakan tahun ini akan dibuka untuk publik. Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas Kebun Raya Kuningan Maryoto, menyebutkan rencana itu bahkan baru-baru ini sudah disampaikan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia sebagai pendamping pembangunan kebun raya daerah, melalui surat Kepala Bupati dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kuningan, serta kepada Gubernur Jawa Barat. "Rencana peluncuran Kebun Raya Kuningan pada tahun 2015 itu, merupakan hasil kesepakatan pada rapat koordinasi kebun raya yang berlangsung di Kebun Raya Cibodas pada bulan September 2014," ujar Maryoto, yang sedang berada di kawasan KRK, Selasa (20/1/2015). Maryoto menyatakan, KRK yang berlokasi di bahawan lereng barat laut Gunung Ciremai, tepatnya di wilayah Desa Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan, Kuningan, memiliki luas lahan sekitar 155 hektare. Pada lahan KRK seluas itu, sekitar 30 persen di antaranya kini sudah ditanami sekitar 105 species (jenis) tanaman yang sudah terigistrasi serta masuk dalam buku katalog tanaman KRK. Selain itu, puluhan hektare bagian lahan lainnya dalam kawasan KRK itu, memang sdah ditanami pula aneka jenis tanaman koleksi, tetapi belum diregistrasi dan dimasukan pada buku katalog. "Bagian lahan dalam kawasan KRK yang sampai saat ini belum ditanami tanaman koleksi KRK sesuai rencana tinggal sekitar 70 hektaran lagi. Lahan itu sementara ini baru diisi tanaman pioner," kata Maryoto. Namun, menurut Maryoto, pihak LIPI menilai KRK sudah memenuhi syarat dibuka untuk kunjungan masyarakat. Baik untuk rekrasi, pendidikan, dan penelitian aneka jenis tanaman. Malahan, pada tahun 2012 KRK sebagai satu-satunya kebun raya daerah di Jawa Barat telah mendapat predikat sebagai kebun raya daerah terbaik tingkat nasional dari pihak LIPI yang selama ini menjadi pembina penyelenggara kebun raya daerah di Indonesia. Maryoto menerangkan, jumlah kebun raya di Indonesia saat ini ada 27 kebun raya. Enam di antaranya kebun raya pusat, terdiri atas Kebun raya Bogor, Cibodas, Purwadadi, Eka Karya Bali, Cibening, dan Kebun Raya Wamena. "Selebihnya 21 lagi adalah kebun raya daerah, termasuk di antaranya KRK ini. Dan yang kebun raya yang sudah diluncurkan LIPI untuk publik, sampai saat ini baru ada dua kebun raya. Satu kebun raya daerah di Sulawesi Selatan dan satu lagi kebun raya daerah di Balikpapan," kata Maryoto. Sementara itu, Bupati Kuningan Utje Choeriah Hamid Suganda, dalam eksposnya memaparkan, kawasan KRK dibagi dalam 11 zona atau area. Terdiri atas zona penerima, pendukung, pendidikan lingkungan, kantor penelitian, konservasi, rekreasi aktif, pelayanan atau service, konservasi koleksi tumbuhan, konservasi rekreasi terbatas, serta zona konservasi koleksi mix region dan prasarana. Kebun Raya Kuningan atau disingkat KRK, sementara ini dikelola Pemkab Kuningan melalui lembaga Unit Pelaksana Teknis Dinas KRK di bawah Dinas Kehutanan dan Perkebunan. Kawasan KRK itu saat ini telah diperkaya dengan berbagai jenis koleksi tanaman. Mulai dari jenis pohon tipikal lokal Kuningan, tipikal lokal Jawa Barat dan pulau Jawa, tipikal Indonesia, hingga aneka jenis pohon tipikal sejumlah negara. Teramati "PRLM" zona-zona tersebut sementara ini sebagian besar masih sulit dijelajahi pengunjung. Selain jauh, alur-alur jalan untuk menuju ke setiap zona tersebut masih berupa jalan tanah serta alur-alur jalan setapak. Kendati demikain, kawasan KRK itu selama ini sudah banyak menarik masyarakat pengunjung. Terutama pada akhir pekan atau pada hari-hari libur nasional.(Nuryaman/A-89)***