Arsip Berita

Error message

Notice: Undefined index: tanggal_string in arsip_berita_view->ShowDetailBerita() (line 53 of /usr/home/www/caleg.kabarkita.org/view/arsip-berita-view.php).

Home Arsip Berita

Judul Siswa SDN Dukuh 1 Belajar Lesehan Beralaskan Terpal
URL http://www.pikiran-rakyat.com/node/314123
Tanggal
Body SUBANG, (PRLM).-Siswa kelas 2 hingga kelas 5 di SDN Dukuh 1 Kampung Dukuh Desa Dukuh Tengah Kecamatan Ciasem Kabupaten Subang terpaksa belajar "ngampar" dilantai beralaskan terpal. Selain itu dari enam kelas yang ada di sekolah tersebut, mereka juga harus berbagi ruangan. Pasalnya sekolah yang siswanya berjumlah 134 orang itu hanya memiliki tiga ruang kelas. Dengan kondisi tersebut setiap ruangan digunakan bersama oleh dua kelas di sekat menggunakan tirai. Kemudian hanya satu ruangan yang masih menggunakan meja dan kursi belajar, yaitu kelas 1 dan kelas 6. Seusai jam sekolah, Kamis (29/1/2015) beberapa siswa kelas 5 masih berkumpul di rungan, mereka masih membaca buku pelajaran yang sudah diajarkan. Mereka juga masih bersemangat meski waktu jam belajar sudah berakhir, dan betah berada di ruangan kelas tanpa meja dan kursi. Padahal di beberapa bagian bagunan ruangan juga sudah mulai rusak. "Kami belajar seperti biasa, walau kurang nyaman tapi darurat, tanpa kursi, dan. meja, belajar tetap seperti biasa. Habis mau bagaimana lagi kenyataannya sudah begini," kata Akhmad. Nuryata, guru paling senior di SDN Dukuh 1, mengatakan bangunan kelas di sekolahnya dibangun tahun 1984 lalu, hingga saat ini ada rehab total. "Sejak dibangun, ruangan belajar memang ada tiga lokal plus satu ruang guru," katanya. Padahal, jumlah muridnya sudah ada 134 siswa. Kegiatan belajar "ngampar" sudah berlangsung beberapa bulan lalu. Sebab banyak kursi yang rusak, akhirnya komite sekolah memutuskan hanya kelas 1 dan kelas 6 yang menggunakan meja serta kursi. Sedangkan kelas 2 hingga 5, belajarnya dilantai menggunakan terpal. "Disini satu ruangan digunakan dua kelas. Asalnya gantian ada kelas pagi dan siang, sejak beberapa bulan lalu cuma kelas pagi," katanya. Dia mengatakan sejak diberlakukan belajar pagi semua, kini setiap ruangan dipakai dua kelas, dan disekat menggunakan tirai. Kelas satu digunakan dengan kelas 6, kelas 2 dengan kelas 4, serta kelas 3 dengan kelas 5. "Sejak dibangun dulu sampai sekarang ruang kelas memang cuma ada tiga, mau diperluas juga sudah tak ada lahannya," ujarnya. Ketua Komite SDN Dukuh 1, Iding, mengaku sudah enam kali mengajukan proposal meminta tambahan tiga ruang belajar baru. Namuh hingga kini belum ada realisasinya. "Dengan jumlah murid sudah lebih dari seratus anak, jadinya pas belajar desak-desakan. Kami rapat dengan orang tua murid, akhirnya diputuskan belajar waktunya sama, satu rungan disekat digunakan dua kelas. Alhamdulilah kegiatan belajar bisa tetap berjalan meski kondisinya memprihatinkan," katanya. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Subang Engkus Kusdinas saat dihubungi mengatakan sudah mendapatkan laporan tentang itu. Malahan dirinya sudah meninjau langsung lokasi dan melihat kondisi SDN Dukuh 1 tersebut. Pihaknya sudah menyiapkan langkah untuk menanggulanginya, yaitu di merger dengan SDN yang satu lokasi, atau bila pihak sekolah bisa menyiapkan lahan nantinya akan dibangun kelas baru. "Solusi yang paling efektif dimerger dengan SDN Taruna Jaya. Soalnya masih satu lokasi, ditambah lagi SDN 1 Dukuh sudah tak ada lahan lagi untuk ditambah, kecuali dibangun bertingkat. Tahun ini harus bisa tuntas, di merger atau cari lahan untuk bangunan baru," katanya.(Yusuf Adji/A-89)***