Arsip Berita

Error message

Notice: Undefined index: tanggal_string in arsip_berita_view->ShowDetailBerita() (line 53 of /usr/home/www/caleg.kabarkita.org/view/arsip-berita-view.php).

Home Arsip Berita

Judul 1.200 Rumah di Pusat Kota Kab. Subang Tegenang Banjir
URL http://www.pikiran-rakyat.com/node/314270
Tanggal
Body SUBANG, (PRLM).-Banjir bandang melanda pemukiman penduduk di pusat kota Kabupaten Subang, tepatnya di kelurahan Cigadung Kecamatan Subang. Akibat meluapnya sungai Cigadung diperparah dengan adanya tanggul dan TPT jebol, sekitar 1.200 rumah tersebar di sembilan RW tergenang banjir. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Jumat (30/1/2015) banjir terjadi bersamaan dengan turunnya hujan deras sejak Kamis (29/1/2015) sore hingga malam. Tingginya curah hujan membuat Sungai Cigadung yang melintasi sembilan RW di kelurahan Cigadung meluap. Kondisinya diperparah dengan jebolnya TPT dan tanggul. Akibat kejadian tersebut 1.200 rumah tersebar di sembilan RW terendam selama empat jam. Kondisi paling parah dialami ratusan rumah warga di perumahan Surya Cigadung. Ketinggian air yang menggenangi rumah warga bervariasi mulai 40 - 50 centimeter, dan di luar rumah ada yang mencapai 1,5 meter. Pada saat banjir sejumlah warga sempat mengungsi ke rumah tetangga yang lebih aman. Genangan air mulai surut sekitar pukul 22.00 WIB, sebagian dari warga mulai bisa kembali ke rumahnya masing-masing. Namun genangan masih terlihat di sejumlah lokasi. Pada saat kejadian Bupati Subang Ojang Sohandi, Sekda Subang, Abdurakhman beserta dinas terkait terjun ke lokasi, sekitar pukul 21.00 WIB. Demikian pula anggota Polres Subang, dan berbagai pihak terkait berada di lokasi. Koswara warga RW 25 Perum Surya Cigadung, mengatakan banjir sebenarnya setiap tahun terjadi, tetapi biasanya tak sebesar ini hanya genangan kecil. Sedangkan sekarang banjirnya besar, penyebabnya selain hujan deras diperparah dengan saluran pembuang kecil dan ada tanggul sungai Cigadung jebol. "Kami berharap pihak terkait bisa memperbaiki drainase, normalisasi dengan pengerukan sungai Cigadung, dan membuat TPT termasuk perbaikan jalan," katanya. Koswara mengungkapkan sebelum banjir hujan sangat deras, air sungai cigadung mulai meluap dan masuk ke pemukiman warga sekitar pukul 17.50 WIB, dan perlahan surut lagi sekitar 22.30 WIB. "Ketinggian genangan air bermacam-macam paling tinggi mencapai 1,5 meter," ujar. Budi warga RW 23 mengatakan pada saat kejadian dirinya sedang bekerja dan istrinya berada di rumah mertua. Akibatnya perabotan rumah, seperti kasur, kursi, alat dapur, TV, kulkas dan alat elektonik lainya ludes terendam banjir. "Kalau dihitung materil ya kerugian kami sekitar puluhan juta," katanya. Sementara itu, Lurah Cigadung, Yuli Merdekawati disela-sela menyalurkan bantuan kepada para korban pasca air, Jumat (30/1/2015) mengatakan jumlah rumah yang tergenang banjir sebanyak 1.200 rumah tersebar di sembilan RW. “Rumah yang tergenang di sembilan RW di sepanjang aliran Sungai Cigadung, tetapi paling parah ada ratusan rumah di perum Surya Cigadung, dan Kertadara. Sedangkan kerugiannya masih diinventarisir," katanya. Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten, Beny Rudiono, di sela-sela mengunjungi korban banjir mengaku pihak ekeskutif tengah mengkaji penyebab terjadinya banjir ini. Malahan rencananya berbagai pihak terkait termasuk pengembang perum surya cigadung akan dikumpulkan dan dibahas bersama-sama untuk mencari solusinya. "Perbaikan darurat untuk tanggul jebol sudah sepakat dengan pihak binamarga dengan membuat beronjong dengan karung berisi pasir," katanya.(Yusuf Adji/A-89)***