Arsip Berita

Error message

Notice: Undefined index: tanggal_string in arsip_berita_view->ShowDetailBerita() (line 53 of /usr/home/www/caleg.kabarkita.org/view/arsip-berita-view.php).

Home Arsip Berita

Judul Permintaan Apel di Pasar Modern Turun 20 Persen
URL http://www.pikiran-rakyat.com/node/314223
Tanggal
Body BANDUNG, (PRLM).- Permintaan semua jenis apel di pasar ritel modern menurun 15-20 persen sejak pemerintah menetapkan larangan konsumsi dan menghentikan izin impor apel jenis Granny Smith dan Gala beberapa waktu lalu. Padahal, jenis apel yang dilansir mengandung bakteri berbahaya tersebut selama ini tidak pernah beredar di ritel modern Indonesia. Wakil Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) Satria Hamid mengatakan, apel Granny Smith dan Gala yang diproduksi oleh Bidart Bros California, AS itu merupakan jenis apel berkaramel. "Ritel modern anggota Aprindo secara umum tak pernah menjual apel jenis seperti itu," katanya dalam rilis yang dikirimkan ke redaksi "PR" Online, Kamis (29/1/2015) malam. Menurut Satria, sebagian besar apel yang impor yang dipasarkan oleh peritel modern di Indonesia merupakan apel segar bukan apel olahan. Hampir seluruh apel impor tersebut didatangkan dari Washington DC, AS dan telah melewati pengawasan yang ketat sehingga aman untuk dikonsumsi, Meskipun demikian, kata Satria, laporan yang diterima Kementerian Perdagangan dari Kementerian Pertanian AS yang menyatakan bahwa Apel jenis Granny Smith dan Gala produksi rumah pengemasan Bidart Bros asal California mengandung bakteri Listeria Monocytogenes, telah menimbulkan kekhawatiran yang tinggi di tengah masyarakat. Akibatnya, mereka juga mengkawatirkan semua jenis apel impor lain mengandung bakteri serupa. Bagi peritel, kondisi itu berpengaruh besar terhadap penurunan permintaan apel. Tidak hanya untuk apel impor, masyarakat pun sedikit banyak mulai menurunkan minat mereka untuk mengonsumsinya. "Setidaknya permintaan semua jenis apel menurun sampai 20 persen. Angka itu kemungkinan bertambah kaena peritel di bawah Aprindo telah menarik hampir semua jenis apel impor, terutama apel asal AS," ujar Satria. Hal itu ditegaskan pula oleh Ketua Asosiasi Eksportir dan Importir Buah dan Sayur Segar Indonesia (Aseibssindo) Kafi Kurnia. Ia mengatakan, apel jenis Granny Smith dan Gala selama ini belum pernah masuk ke Indonesia, sehingga masyarakat tidak perlu panik. Kafi berharap, pemerintah di pusat dan daerah dapat memberi penjelasan yang lebih gamblang kepada masyarakat tentang isu apel impor berbakteri itu. Dengan begitu, masyarakat tidak panik dan pangsa pasar apel secara keseluruhan di dalam negeri tidak terganggu, terlebih untuk apel lokal. Kafi dan Satria menegaskan, saat ini hasil pantauan di lapangan menunjukan bahwa petugas dari instansi terkait di pemerintah daerah masih banyak yang belum memahami imbauan Menteri Perdagangan tentang jenis apel yang dinilai berbahaya tersebut. Para petugas itu masih memandang bahwa semua jenis apel impor dari manapun asalnya, juga berbahaya. Padahal sesuai imbauan dan kebijakan Kemendag, apel berbahaya hanyal apel Granny Smith dan Gala dari Bidart Bros, California. Sementara jenis apel lain atau yang diimpor dari wilayah lain adalah aman. “DI lapangan petugas langsung menarik jenis apel tersebut tanpa memperhatikan dari mana asalnya. Padahal kami sudah menunjukan dokumentasi dan surat asal muasal apel yang dipajang dalam ruang penjualan. Di situ sudah jelas tertulis bukan berasal dari Bidart Bros, California. Ini harus segera disosialisasikan pemerintah agar tidak lebih merugikan peritel dan pemasok,” ujar Satria. (Handri Handriansyah/A-147)***