Arsip Berita

Error message

Notice: Undefined index: tanggal_string in arsip_berita_view->ShowDetailBerita() (line 53 of /usr/home/www/caleg.kabarkita.org/view/arsip-berita-view.php).

Home Arsip Berita

Judul Tradisi Nanjebkeun Tutunggulan Nyi Mas Kumbang Karancang Warga Nyenang
URL http://www.pikiran-rakyat.com/node/313567
Tanggal
Body RETNO HY/"PRLM"RATUSAN warga Kampung Nyenang, Desa Nyenang Kec. Cipeundeuy Kab. Bandung Barat menggelar tradisi “Nanjebkeun Batu Tutunggulan Nyi Mas Kumbang Karancang”, Minggu (25/1/2015) di makom (patilasan) Nyi Mas Kumbang Larang atau Nyi Mas Subang Larang.* NGAMPRAH,(PRLM).- Masyarakat Kampung Nyenang, Desa Nyenang Kec. Cipeundeuy Kab. Bandung Barat menggelar tradisi “Nanjebkeun Batu Tutunggulan Nyi Mas Kumbang Karancang”. Tradisi turun-temurun untuk mengenang keberadaan istri kedua Sri Baduga Maharaja Prabu Siliwangi sebagai penyebar agama Islam dan pernah singgah di Kampung Nyenang untuk menghindar dari dua istri Prabu Siliwangi lainnya. Tradisi “Nanjebkeun Batu Tutunggulan Nyi Mas Kumbang Karancang” yang diselenggarakan masyarakat Kampung Nyenang, Desa Nyenang Kec. Cipeundeuy Kab. Bandung Barat, digelar setiap akhir bulan Mulud. “Berdasarkan hitungan atau penanggalan Islam,bulan Mulud yang merupakan hari lahir Nabi Muhammad SAW merupakan waktu sangat baik untuk melakukan berbagai kegiatan yang menyangkut masyarakat banyak,terutama yang berkenaan dengan syiar Islam sebagaimana yang dilakukan oleh Nyi Mas Kumbang Karancang atau Nyi Mas Subang Larang,” ujar sesepuh Kampung Nyenang, Abah Tatang Andi Saputra, Minggu (25/1/2015). Tradisi “Nanjebkeun Batu Tutunggulan Nyi Mas Kumbang Karancang”, yang berlangsung mulai pukul 9.00 WIB diawali dengan mengambil batu untuk tutunggulan (tanda) di Leuwi Cileungsir oleh para pemuda diikuti sesepuh kampung. Rombongan berhenti sejenak di Batulawang yang berupa bukit menyerupai lima tumpukan batu besar dan dilanjutkan ke perkampungan dan disambut berbagai kesenian dan tokoh masyarakat. Untuk kemudian dua batu yang akan dijadikan tutunggual di patilasan Nyi Mas Kumbang Karancang diarak ratusan warga. Acara diakhiri dengan berdoa bersama dan digelar makan tumpeng yang jumlahnya puluhan. (retno heriyanto/A-89)***