Arsip Berita

Error message

Notice: Undefined index: tanggal_string in arsip_berita_view->ShowDetailBerita() (line 53 of /usr/home/www/caleg.kabarkita.org/view/arsip-berita-view.php).

Home Arsip Berita

Judul DPD Jadi Kunci Utama Agar Golkar tak Gigit Jari Pada Pilkada 2015
URL http://www.pikiran-rakyat.com/node/314330
Tanggal
Body JAKARTA, (PRLM).-Dewan perwakilan daerah (DPD) Partai Golkar dinilai menjadi kunci utama agar partai berlambang pohon beringin itu tak gigit jari pada pergelaran Pilkada yang rencananya akan digelar secara serentak Se-Indonesia pada 2015. Alasannya, jika dua kubu yang tengah berseteru yakni Aburizal Bakrie dan Agung Laksono tak bersatu maka DPD tingkat I dan II Partai Golkar tak boleh tinggal diam. "Semuanya terserah pada DPD I PG dan DPD II PG se-Indonesia. Apakah mereka diam saja membiarkan dualisme DPP itu terus berjalan sehingga DPD-DPD itu tidak bisa ikut Pilkada, ataukah DPD-DPD itu mendesak keduanya untuk bersatu? Bola ada di tangan DPD-DPD PG sepenuhnya!" ucap Politisi Partai Golkar Hajriyanto Y. Thohari kepada "PRLM", di Jakarta, Jumat (30/1/2015). Sebab, kata dia, tak ada cara lain bagi dua kubu untuk segera bersatu. Dan, hanya DPD-lah yang bisa meminta kedua kubu untuk islah. "Hanya DPD PG yg bisa meminta kedua kubu itu untuk islah. Kalau tidak mau meminta atau memaksa kedua kubu itu islah ya silahkan gigit jari dalam Pilkada 2015 nanti. Tidak ada jalan lain bagi Partai Golkar untuk ikut Pilkada kecuali kedua kubu PG, yaitu DPP PG hasil munas Bali dan DPP PG hasil munas Jakarta, bersatu menjadi satu," katanya. Untuk bisa bersatu, Hajriyanto menyarankan agar dilaksanakan segera musyawarah nasional rekonsiliasi sebagai jalan keluar dari kemelut ini. Bahkan, saran ini sudah mendapatkan respon baik dari DPD PG Jawa Timur. "Saya sudah menggulirkan dilaksanakan segera Munas Rekonsiliasi sebagai jalan keluar dari kemelut ini. DPD-DPD PG di Jatim sudah menyambutnya dan mendesak dilaksanakannya Munas Rekonsiliasi. Tetapi DPD-DPD PG di Jabar masih berdiam diri saja," ujarnya. Dengan demikian, kata dia, jika DPD-DPD tidak mendesak adanya islah dan diam saja, maka yang bisa kita sampaikan hanya "salam gigit jari". "Mau pilih diam saja atau pilih mendesak Munas! Tapi ingat, diam sama dengan gigit jari dalam pilkada!" tuturnya. Hal senada juga diungkapkan Ketua DPP Partai Golkar versi Munas Jakarta Ace Hasan Syadzily. Menurut Ace, sudah saatnya kedua kubu segera membahas persoalan Pilkada 2015. Itu karena, kata Ace, hingga saat ini tim perunding dari dua kubu belum membahas persoalan Pilkada 2015. "Hal itu yang seharusnya menjadi keperihatinan kita semua. Seharusnya itu menjadi isu yg dibahas Tim Perunding," tuturnya. (Miradin Syahbana Rizky/A-89)***