Arsip Berita

Error message

Notice: Undefined index: tanggal_string in arsip_berita_view->ShowDetailBerita() (line 53 of /usr/home/www/caleg.kabarkita.org/view/arsip-berita-view.php).

Home Arsip Berita

Judul Dilanjutkan, Proyek Rumah Deret Pengganti Permukiman Liar
URL http://www.pikiran-rakyat.com/node/314328
Tanggal
Body SOLO, (PRLM).-Proses pembangunan rumah deret di bekas permukiman liar di pinggiran Kali Pepe, kawasan Kampung Keprabon, Kec. Banjarsari, Solo, yang terhenti beberapa waktu akan segera dilanjutkan pada tahap kedua. Pekerjaan yang akan dimulai Februari 2015 mendatang, merupakan proyek lanjutan untuk merampungkan atau finishing bangunan yang ditarget tuntas pada Mei 2015. Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Solo, Endah Sita Resmi, mengungkapkan kapda wartawan, Jumat (30/1/2015), proyek lanjutan rumah deret tersebut sudah memasuki tahap lelang pekerjaan. Dia menyebutkan, dana APBN untuk proyek lanjutan yang meliputi dua komplek rumah deret, masing-masing dianggarkan Rp 4,5 miliar dan Rp 4,3 miliar. “Saat ini sudah tahap aanwijzing. SPK [surat perintah kerja] akan diterbitkan kira-kira pertengahan Februari dan akan dikerjakan selama tiga bulan,” katanya. Sita menjelaskan, pembangunan rumah deret diaksanakan bertahap. Pada tahap pertama 2014 lalu, pekerjaan meliputi struktur bangunan dengan total biaya sebesar Rp 10 miliar. Kepala Dinas Tata Ruang Kota (DTRK), Agus Djoko Witiarso, menyatakan, pembangunan rumah deret merupakan program Pemkot Solo dalam penataan kawasan Kali Pepe. Sasaran penataan adalah bangunan liar di bantaran Kali Pepe sepanjang hampir satu kilometer, dari Kampung Keprabon sampai belakang Istana Mangkunegaran. “Seluruhnya ada tujuh segmen penataan Kali Pepe. Yang dikerjakan sekarang baru satu segmen. Sisanya dilanjutkan bertahap,” jelasnya. Wali Kota Solo FX. Hadi Rudyatmo, mengungkapkan, konsep pembangunan rumah deret hampir sama dengan rumah susun sederhana sewa (rusunawa). Konstruksi bangunan rumah deret terdiri dari dua lantai. Lantai bawah untuk kegiatan usaha dan lantai atas untuk rumah tinggal. “Di rumah deret warga yang menghuni dapat membuka usaha. Karena penghuninya warga setempat yang sebelumnya punya usaha, seperti bengkel las, penjual makanan, penjual tanaman hias dan lain-lain,” katanya, sambil menambahkan, di rumah deret diharapkan kondisi hunian tidak kumuh seperti sebelumnya (Tok Suwarto/A-89)***