Arsip Berita

Error message

Notice: Undefined index: tanggal_string in arsip_berita_view->ShowDetailBerita() (line 53 of /usr/home/www/caleg.kabarkita.org/view/arsip-berita-view.php).

Home Arsip Berita

Judul Gaji PNS Jabar Sudah Tinggi, tak Akan Naik Lagi
URL http://www.pikiran-rakyat.com/node/314327
Tanggal
Body BANDUNG, (PRLM).- Sejak 2010 lalu gaji PNS di Pemprov Jabar sudah tinggi, sehingga tidak perlu lagi ada kenaikan gaji dan tunjangan PNS seperti yang dilakukan Pemprov DKI baru-baru ini Hal di atas diungkapkan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan saat diwawancarai di sela-sela mendampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Dwisuryo Indroyono Soesilo, di Pusair Jalan Ir H Djuanda, Kota Bandung, Jumat (30/1/2015). Heryawan menjelaskan bahwa kebijakan Pemprov Jawa Barat, selain memberi gaji yang di atas Kota atau Kabupaten lainnya, Heryawan memberlakukan kebijakan pemberian tunjangan remunerasi berbasis kinerja. Hal itu sudah diatur dalam Pergub Jabar No 119/209 tentang Pedoman Pengukuran Kinerja dalam Pemberian Tunjangan Tambahan Penghasilan bagi PNS dan Calon PNS. Pergub itu sudah berlaku sejak 2010. "TPP itu sampai 1,5 kali lipat gaji PNS. Jadi kita hilangkan honor. Selama ini kan honor itu ada di dinas-dinas yang basah, setiap ada proyek ada honor. Kini kita kalkulasi setiap bulan berbasis kinerja, jadi semua dinas merata," ujarnya. Aher menyatakan dibandingkan pemprov lainnya, gaji dan TPP PNS Jabar sudah besar. "Makanya banyak yang ingin jadi PNS Jabar," ucapnya. Menurut dia, kebijakan itu diambilnya selain untuk menghindari tindak pidana korupsi yang dilakukan bawahannya, juga untuk meningkatkan kesejahteraan PNS Jawa Barat. "Korupsi itu kan bukan karena tidak sejahtera, tapi moral. Kita bina juga moralnya, pengawasannya, dan tingkatkan kesejahteraannya. Kalau tetap manipulasi juga apa boleh buat, kena akibatnya," ujarnya. Selain itu Heryawan mengakui memang anggaran Pemprov Jabar dibanding DKI Jakarta lebih kecil, "Tidak akan naik lagi, kita kan tahu anggaran tak sebanding dengan Pemprov DKI," katanya. (Mochamad Iqbal Maulud/A-88)***