Arsip Berita

Error message

Notice: Undefined index: tanggal_string in arsip_berita_view->ShowDetailBerita() (line 53 of /usr/home/www/caleg.kabarkita.org/view/arsip-berita-view.php).

Home Arsip Berita

Judul Sumedang Bangun Jamban Komunal Tahun Ini
URL http://www.pikiran-rakyat.com/node/314326
Tanggal
Body ADANG JUKARDI/"PRLM"SEJUMLAH pipa paralon dari beberapa rumah warga di pinggiran Sungai Cipeles, Kelurahan Talun, Kec. Sumedang Utara, tampak mengarah ke aliran Sungai Cipeles, Jumat (30/1/2015). Warga di pinggiran Sungai Cipeles, kerapkali membuang limbah rumah tangga termasuk kotoran BAB ke aliran sungai tersebut.* SUMEDANG, (PRLM).- Kabupaten Sumedang tahun ini akan membuat jamban komunal (septik tank besar dipakai bersama) di pemukiman padat penduduk di perkotaan. Jamban komunal itu menjadi solusi bagi warga yang rumahnya tidak memiliki septik tank karena keterbatasan lahan. Akibatnya, kotorannya dibuang ke aliran sungai dengan pipa paralon. “Untuk membuat jamban komunal itu, alhamdulillah kami mendapatkan bantuan hibah dari lembaga AUSAID, Australia sebesar Rp 4 miliar. Pengerjaannya akan dilaksanakan tahun ini,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kab. Sumedang, Agus Rasjidi di kantornya, Jumat (30/1/2015). Menurut dia, pembuatan jamban komunal akan dibuat di daerah perkotaan padat penduduk yakni di wilayah Kec. Jatinangor, Sumedang Utara dan Sumedang Selatan. Salah satunya di Kelurahan Talun, Kec. Sumedang Utara, terutama di daerah di pinggiran Sungai Cipeles. Sebab, di daerah itu hingga kini masih ada saluran pembuangan kotoran ke aliran Sungai. “Jamban komunal itu bisa dipakai untuk 100 rumah. Namun, untuk luasan, jumlah unit dan teknis bangunannya, itu kewenangan Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, Perumahan dan Pemukiman Kab. Sumedang serta Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Air Kab. Sumedang,” kata Agus. Pembuatan jamban komunal, lanjut dia, diperuntukkan bagi warga perkotaan yang rumahnya tidak memiliki septik tank karena keterbatasan lahan. Untuk penyediaan lahannya, bisa dibeli oleh pemda. Bukan mustahil, bisa juga dianggarkan dari ADD (Anggaran Dana Desa) atau menggunakan tanah kas desa. Apalagi kalau ada warga yang menghibahkan tanahnya untuk pembuatan jamban komunal demi kepentingan masyarakat banyak. “Sebab kendala untuk membuat jamban komunal, yaitu penyediaan lahannya. Sementara bantuan dari AUSAID, hanya untuk membiayai sarananya saja,” ujarnya. Agus mengatakan, penyediaan septik tank menjadi syarat pembuatan jamban keluarga. Tanpa septik tank warga akan membuang kotorannya ke aliran sungai Komponen lainnya, yakni ketersediaan air bersih. Sebab, BAB (buang air besar) sembarangan di kebun maupun di aliran sungai akibat ketiadaan air bersih. “Jadi ketersediaan air bersih dan septik tank, menjadi syarat mutlak membuat jamban keluarga,” tuturnya. (Adang Jukardi/A-88)***